Ilustrasi
Ilustrasi ( Kompas.com)

6 Penyebab Hiperventilasi, Kondisi Bernapas Sangat Cepat

6 Maret 2021 13:20 WIB

Penyebab hiperventilasi

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan hiperventilasi. Hiperventilasi bukanlah suatu penyakit. Sebaliknya, ini adalah gejala dari kondisi lain atau akibat tekanan emosional.

Beberapa kemungkinan penyebab hiperventilasi meliputi:

  1. Ketakutan, panik, atau stres

Salah satu penyebab hiperventilasi yang paling umum adalah tekanan emosional, termasuk panik, ketakutan, atau kecemasan.

Sebuah studi tentang orang yang mengalami hiperventilasi menemukan bahwa gejala tambahan yang paling umum adalah rasa takut.

Sekitar setengah dari orang yang diteliti juga memiliki kondisi kejiwaan. Beberapa dokter menyebut hiperventilasi karena emosi sebagai sindrom hiperventilasi.

  1. Infeksi

Beberapa jenis infeksi di tubuh dapat menyebabkan hiperventilasi. Infeksi seperti pneumonia dapat menyebabkan pembengkakan dan penumpukan cairan di paru-paru, yang dapat menyebabkan pernapasan cepat.

  1. Cedera kepala

Otak memainkan peran penting dalam mengontrol pernapasan. Jika seseorang mengalami cedera kepala, hal itu dapat menyebabkan perubahan kecepatan pernapasan, termasuk hiperventilasi.

Gejala tambahan dari cedera kepala, termasuk sakit kepala, mual, dan kebingungan. Siapapun dengan cedera kepala yang serius harus segera ke dokter.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm