Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) ( kompas.com)

Beli Bensin di SPBU Mending Berdasar Nominal Rupiah atau Liter?

22 Juli 2021 19:37 WIB

SONORABANGKA.ID - Masing-masing orang yang punya kendaraan, tentu akan datang ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil atau motornya.

Ketika membeli BBM, masing-masing orang punya kebiasaan yang berbeda-beda. Misalnya, ada yang membeli BBM berdasarkan nominal rupiah seperti Rp 20.000, selain itu ada juga yang mengisi dalam nominal liter, misalnya 10 liter.

Dari kedua cara mengisi BBM ini, kira-kira mana yang lebih praktis?

Paimin, Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka mengatakan, bila roda dua, rata-rata pakai nominal rupiah.

Sedangkan bila mobil, selain berdasarkan nominal rupiah, ada juga yang belinya per liter.

“Mayoritas sih beli BBM pakai nominal rupiah. Jadi enggak repot karena tidak usah kembalian, kalau belinya pakai liter kadang-kadang lebih repot,” ucap Paimin kepada Kompas.com, Kamis (22/7/2021).

Kemudian soal takaran juga baik membeli dengan nominal rupiah atau liter, akurasinya tetap sama. Namun yang lebih praktis memang membeli BBM pakai nominal rupiah, apalagi di masa pandemi seperti sekarang.

“Misalkan uang kembalian kan sudah dari satu tangan ke tangan lainnya. Sedangkan kalau langsung memberikan nominal Rp 100.000, jadi satu arah saja, enggak terima uang dari orang lain,” kata Paimin.

Paimin menyarankan konsumen untuk memerhatikan pengisian dari awal sampai selesai. Setelah itu bisa minta struk transaksi untuk memastikan uang yang dikeluarkan sesuai dengan takaran BBM yang dibeli.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beli Bensin di SPBU Mending Berdasar Rupiah atau Liter?", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/07/22/132100115/beli-bensin-di-spbu-mending-berdasar-rupiah-atau-liter-.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm