Ilustrasi
Ilustrasi ( 123RF)

Ternyata Ini Alasan Mengapa Kerja di Tempat Tidur Tak Baik Saat WFH

2 Agustus 2021 11:04 WIB

SonoraBangka.id - Walaupun bekerja dari kantor sudah diperbolehkan dengan menerapkan protokol memakai masker dan menjaga jarak, work from home (WFH) masih menjadi pilihan mayoritas perusahaan. 

Bekerja dari rumah memang memberikan fleksibilitas bagi karyawan. Kegiatan di pagi hari jadi lebih santai karena Anda tidak perlu buru-buru berangkat ke kantor. Bekerja pun bisa dilakukan di mana saja, termasuk di tempat tidur. 

Namun, kebiasaan bekerja menggunakan laptop selama berjam-jam di atas tempat tidur rupanya tidak baik untuk dilakukan. Meski nyaman kebiasaan tersebut bisa menimbulkan masalah kesehatan. 

Dilansir dari situs LiveStrong, Senin (21/12/2020) berikut penjelasannya.

1. Sakit punggung

Ketika bekerja di atas tempat tidur, tidak jarang kita mencari posisi yang paling nyaman. Entah duduk dengan kaki dilipat, setengah rebahan, atau tengkurap.

Menurut pemilik New York Physical Therapy Theresa Marko, posisi-posisi ini dapat menimbulkan ketegangan pada otot dan memicu rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, terutama punggung.

"Ketika bekerja di atas tempat tidur, Anda tidak memiliki tempat untuk kaki sehingga pada akhirnya kaki akan direntangkan ke depan atau disilangkan. Ini berpotensi menimbulkan ketegangan pada sendi sakroiliaka yang menghubungkan tulang belakang ke pinggul," ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan tersebut juga bisa membuat otot memendek, sama seperti pada kasus memakai sepatu hak tinggi setiap hari.

2. Rasat tegang di bahu dan leher

Jika Moms bekerja menggunakan laptop, mungkin Moms akan duduk di tepi ranjang dengan laptop di pangkuan atau di atas meja.

Mau tidak mau, Moms akan sedikit membungkuk. Tulang punggung akan melengkung dan bahu mendorong kepala ke depan sehingga kepala dan leher lebih ke depan seperti kura-kura.

Jika dibiarkan terlalu lama, posisi ini akan menimbulkan tekanan pada otot leher dan bahu bagian atas. Akibatnya, bagian tersebut akan terasa pegal dan sedikit keras.
 
3. Rahang tegang
 
Tahukah Moms, postur tubuh juga bisa berdampak pada ketegangan di tulang bagian rahang. Sebab, saraf pada otot leher dan bahu mengarah pada sendi termporomandibular (TMJ), yang terhubung ke tulang rahang dan tengkorak.

Postur tubuh yang buruk dan posisi duduk bungkuk  dapat memengaruhi postur kepala ke depan dan tulang belakang melengkung menjadi bentuk "c", sebagai cara tubuh untuk menyeimbangkan diri secara alami.

Nah, posisi inilah yang memicu ketegangan pada otot yang menempel pada rahang, sehingga menimbulkan nyeri pada rahang, pembengkakan wajah, dan migrain.

4. Sakit di bagian pergelangan tangan

Ketika bekerja di atas kasur dengan laptop, kemungkinan kita menggunakan touchpad atau meletakkan mouse di meja sebelah kasur. Posisi tangan yang tidak sesuai ini bisa menimbulkan rasa sakit di pergelangan tangan.

Menurut ahli bedah tulang belakang dari NYU Langone Health di New York City Jeffrey Goldstein, MD, posisi ini dapat menurunkan suplai darah ke tangan dan menekan saraf, yang dapat menyebabkan carpel tunnel syndrome.

Kondisi ini merupakan mati rasa dan kesemutan di tangan dan lengan yang disebabkan oleh saraf terjepit di pergelangan tangan.

5. Peningkatan risiko terkena penyakit

Ternyata, duduk dalam waktu lama dapat membahayakan kesehatan secara keseluruhan, termasuk jika Moms menghabiskan waktu untuk bekerja di atas tempat tidur.

Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology pada Oktober 2018 menemukan, orang yang duduk lebih dari enam jam sehari memiliki risiko kematian lebih tinggi dari semua penyebab penyakit, termasuk penyakit jantung, kanker, dan ginjal.

Salah satu alasan sederhana yang menjelaskan temuan ini adalah semakin seseorang tidak bergerak aktif, kemungkinan peningkatan berat badannya akan semakin besar.

Sementara, berat badan berlebih atau obesitas merupakan faktor risiko dari banyak penyakit.

Teori lainnya adalah, duduk dalam waktu lama dapat mengubah kadar hormon tertentu dalam darah dan pada akhirnya dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

6. Gangguan tidur

Sering bekerja di atas tempat tidur, cepat atau lambat akan memengaruhi kualitas tidur. Sebab, pikiran bisa mengasosiasikan tempat dengan aktivitas.

Menurut direktur Manhattan Center for Cognitive-Behavioral Therapy di New York City Paul Greene, PhD, bekerja di atas kasur bisa membuat tubuh mengasosiasikan tempat tidur dengan aktivitas bekerja.

Akibatnya, tubuh sulit membedakan batasan antara mode tidur dan mode bekerja. Hal ini bisa menimbulkan stres yang membuat Moms sulit tertidur.

Nah, itu dia enam risiko gangguan kesehatan yang bisa dipicu dari kebiasaan bekerja di atas kasur. Oleh karena itu, usahakan Moms punya ruang kerja sendiri.

Jika tidak ada pilihan lain selain kasur, pastikan Moms tidak diam di kasur selama berjam-jam. Lakukan jeda setidaknya setiap 30 menit sekali untuk meregangkan otot-otot tubuh.

Selain itu, pastikan tubuh disangga oleh bantal yang empuk agar mengurangi ketegangan pada punggung.

Moms juga bisa gunakan keyboard dan mouse nirkabel (wireless) sehingga posisinya bisa disesuaikan dengan kenyamanan postur tubuh, sehingga bisa mengurangi sakit bahu dan pergelangan tangan.

Namun, meskipun bekerja di rumah sangat fleksibel, jangan sampai mengganggu kesehatan fisik dan mental

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm