Honey Fadillah (17) bertugas selaku pembawa baki bendera merah putih pada pelaksanaan upacara peringatan HUT Ke-76 Republik Indonesia di halaman kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (17/8/2021) pagi.
Honey Fadillah (17) bertugas selaku pembawa baki bendera merah putih pada pelaksanaan upacara peringatan HUT Ke-76 Republik Indonesia di halaman kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (17/8/2021) pagi. ( (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) )

Mata Tamu Tertuju Pada Pembawa Baki, Jantung Honey Berdetak Kencang

18 Agustus 2021 12:30 WIB

SONORABANGKA.ID - Derap langkah terdengar ketika Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) mulai memasuki halaman kantor Wali Kota Pangkalpinang pada upacara peringatan HUT ke‑76 RI, Selasa (17/8/2021) pagi.

Beberapa saat berselang, seorang anggota Paskibra, Honey Fadillah (17), melangkah penuh percaya diri menaiki satu demi satu anak tangga di podium utama.

Remaja putri berhijab dan bermasker dengan corak merah putih itu bertugas membawa baki bendera merah putih.

Saat ditemui usai upacara, Honey, menyebutkan, dirinya ingin memberikan yang terbaik setelah menjalani latihan selama kurang lebih dua bulan. Apalagi, tahun lalu ia sempat gagal menjadi anggota Paskibra karena tinggi badannya belum memenuhi syarat.

Latihan dan kerja keras dia lakukan selama satu tahun untuk bisa menjadi anggota Paskibra yang  memang menjadi cita‑citanya sejak kecil.

"Sempat gagal bukan menjadi akhir dari segalanya, tetapi dari kegagalan itulah kita bangkit, saya bangkit untuk terus mencoba lagi tanpa menyerah, saya lengkapi di mana kekurangan saya. Mungkin kalau tahun lalu masuk, tidak menjadi pembawa baki," ujar Honey.

Pelajar kelas II SMAN 3 Pangkalpinang itu mengaktakan, menjadi seorang pembawa baki bendera merah putih bukanlah hal mudah.

Apalagi, mata tamu undangan dan peserta tertuju padanya saat menaiki podium.

Hal itu membuat jantung Honey berdetak lebih kencang. Dia takut mengecewakan.

Akan tetapi, sejak latihan dan terpilih menjadi pembawa baki, sejak itu pula ia tanamkan dalam dirinya harus berhasil dan memberikan yang terbaik.

Putri pertama pasangan Bayu Hendra Putra dan Taty Agustina itu menuturkan, semua yang ia lakukan dan keberhasilan dalam pengibaran bendera merah putih tersebut dipersembahkannya untuk kedua orang tuanya yang berhalangan hadir.

Hanya ada kakek dan neneknya saja yang mewakili.

"Senang akhirnya bisa menyelesaikan tugas, masih ada penurunan nanti semoga lancar juga. Semua ini untuk ayah dan ibu, tetapi saat ini tidak ada, lagi di luar kota, jadi diwakilkan sama kakek dan nenek yang hadir. Ini atas berkat dukungan ayah sama ibu pastinya dan ini memang untuk mereka biar mereka bangga," ucap Honey.

"Tidak apa‑apa mereka tidak hadir, dukungan dan support tetap mereka berikan untuk saya. Mereka juga lihat secara virtual. Walaupun tidak seberapa senang akhirnya bisa bikin ayah sama ibu bangga," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Honey juga menyebut anggota Paskibra sudah diminta berdandan sejak pukul 00.00 WIB. Dirinya selaku pembawa baki didandan terakhir kali, pukul 03.00 WIB.

"Iya, kita habis Isya langsung diminta untuk tidur langsung, jam 12 malam itu sudah mulai dandan. Saya, pembawa baki, terakhir di‑make up pukul 03.00 WIB. Jadi lumayan nunggunya sampai pagi ini ya kita duduk‑duduk dahulu, pasti capek, tetapi terbayarkan dengan lancarnya upacara," kata Honey.

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Jantung Honey Berdetak Kencang, Mata Tamu Tertuju Pada Pembawa Baki, https://bangka.tribunnews.com/2021/08/18/jantung-honey-berdetak-kencang-mata-tamu-tertuju-pada-pembawa-baki?page=2.

Sumberbangka pos
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm