Ilustrasi pasangan
Ilustrasi pasangan ( iStockphoto )

Dapat Perlakuan Baik Berlebihan dari Pasangan, Hati-hati Love Bombing!

14 September 2021 08:32 WIB

SonoraBangka.id - Tentunya menjadi idaman bagi semua perempuan, jika memiliki pasangan yang luar biasa baik, penuh perhatian, suka memberikan banyak hadiah, belum lagi untaian kata romantis yang tidak pernah absen.

Tapi bagaimana jika semua perlakuan baik itu hanya terjadi di awal hubungan? Parahnya lagi, pasangan yang tadinya begitu baik tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat.

Hat-hati, bisa jadi kita sudah terjebak manipulasi cinta yang diberikan pasangan kita. Hubungan seperti ini dikenal juga dengan sebutan love bombing.

Melansir dari Womens Health Mag, love bombing adalah adalah tindakan manipulatif yang dilakukan dengan cara menghujani targetnya dengan hadiah dan kalimat rayuan.

"Saat itulah seorang individu mengidealkan pasangannya dan membombardir mereka dalam cinta dan kasih sayang yang 'semua baik'," kata Jessica January Behr, Psy.D., direktur Behr Psychology di New York, Amerika Serikat, seperti dikutip Womens Healthmag.

Jangan dulu terlena, karena love bombing ini tidak baik dalam sebuah hubungan, bahkan bisa dibilang berbahaya.

Gangguan Narsistik

Dikutip dari Mayo Clinic, pelaku love bombing ini biasanya memiliki gangguan kepribadian narsistik atau narcisstic personality disorder.

Menurut Ami Kaplan, LCSW, seorang psikoterapis di New York City, love bombing sudah termasuk gejala gangguan kepribadian narsistik.

"Mereka berusaha untuk mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari seseorang yang mereka inginkan dengan menampilkan citra diri mereka yang ideal," kata Lori Nixon Bethea, PhD, pemilik International Heart Counseling Service.

Tujuannya, tentu untuk meningkatkan ego dengan mendapatkan pujian dan validasi yang mereka inginkan. Pelaku love bombing ini ingin pasangannya memiliki ketergantungan emosional, fisik, atau finansial kepada mereka.

"Orang-orang yang terlibat love bombing sering melakukannya secara tidak sadar, meskipun mereka mungkin menyadari efek perilaku mereka terhadap orang lain," kata Jessica.

Pelaku love bombing atau yang disebut dengan love bomber ini mungkin akan membuat kita nyaman pada awalnya.

Namun setelah mulai tergantung padanya, mereka akan menuntut banyak hal kepada kita dan cenderung beralih menjadi sangat sulit dimengerti, kasar, dan manipulatif.

Sehingga, hubungan yang awalnya begitu manis berubah mejadi hubungan yang abusive (disertai kekesaran fisik dan mental), dan tidak sehat.

Gangguan kepribadian narsistik bisa diobati secara perlahan, namun tentu saja tidak bisa instan.

Nah, jika kita menemukan gejala itu pada pasangan, ada baiknya kita menghubungi psikolog.

 

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm