Ilustrasi
Ilustrasi ( Shutterstock)

Pakar Ungkap Bahaya Over Sharing Lewat Tren Add Yours Instagram

3 Desember 2021 11:05 WIB

SonoraBangka.id - Diketahui tren challenge Add Yours Instagram yang baru-baru ini diluncurkan membuat banyak pihak khawatir.

Pasalnya, data-data sensitif yang dibagikan di sosial media dapat disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Pakar Komunikasi Digital dari Universitas Indonesia, Dr. Firman Kurniawan menjelaskan penyebab utama pengguna media sosial melakukan over sharing.

Menurutnya, para pengguna itu tak memahami dan menyadari bahwa Instagram atau sosial media saat ini memiliki karakteristik yang berbeda dari media konvensional.

"Sebenarnya para pengguna Instagram itu tidak bermaksud secara gegabah membagikan data sensitif maupun data pribadinya."

"Para pengguna itu tak memahami dan menyadari, Instagram sebagai media digital yang mereka gunakan, sudah sangat berbeda karakteristiknya dengan media analog atau media konvensional," ujarnya ketika dihubungi NOVA, Rabu (24/11).

Lebih lanjut, Firman menjelaskan perbedaan media sosial saat ini dengan media konvensional.

"Bedanya adalah, ketika menggunakan media analog, data dari pembicaraan, tulisan, gambar tidak mudah untuk dikumpulkan dan diolah jadi data data lain. Interaksi berhenti sampai pertukaran data antar pihak saja. Bertelepon misalnya, interaksi akan berhenti ketika kegiatan itu berakhir."

"Beda dengan penggunaaan media digital termasuk Instagram. Semua tindakan adalah produksi dan distribusi data. Like adalah data, posting adalah data, meletakkan no telepon atau email di feed maupun story adalah data. Selfi adalah data."

"Semua data yang terkumpul lewat penggunaan platform itu dapat diolah lebih lanjut. Hasilnya dapat untuk mengetahui profile seseorang, kecendrungan pilihan seseorang maupun perilaku, bahkan preferensi pilihannya di masa yang akan datang. Media digital memiliki fasilitas pengumpulan dan pengolahan data, dan diproduksi sebagai algoritma," jelasnya.

Ketidaksadaran pengguna saat melakukan oversharing di media sosial sangat berbahaya karena bisa merugikan diri mereka sendiri.

Mulai dari ketergantungan yang mengganggu mental hingga penyalahgunaan data yang merugikan material.

 

"Selain disebabkan oleh perilaku pribadi dalam menggunakan media digital, perilaku oversharing juga bisa dimanipulasi oleh pihak lain untuk terus menggunakan media digital hingga kecanduan."

"Ini menghasilkan keadaan IOD (Internet Obsessive Disorder). Gejalanya orang mengalami ketergantungan terhadap perangkat-perangkat berbasis internet," sambungnya.

Para pengembang media sosial bisa dengan sengaja membuat sistem yang mendorong pengguna untuk terlena dan menyebarkan data rahasia mereka.

"Selain itu ada pendekatan dalam ilmu komunikasi yang namanya social engineering yaitu rekayasa yang membuat seseorang terlena, tak waspada dan bersedia mengungkap (data) dirinya, bahkan yang paling disembunyikan."

"Konsep ini juga kerap diaplikasikan oleh pihak tertentu di media digital," paparnya.

Pengguna media sosial harus mampu mengontrol interaksi mereka di sosial media agar tidak terjerumus dalam dua kondisi ini.

"Kedua siituasi itu adalah dorongan yang bisa menyebabkan pengguna media digital, mengalami over sharing bahkan mengungkap data pribadi yang harusnya tidak diberikan secara gegabah pada orang lain."

"Keduanya berbahaya bagi keamanan terhadap data pribadi seseorang."

Diungkapkannya bahwa, rrang dalam keadaan IOD akan mengalami kecanduan terhadap perangkat berbasis internet, terus menerus memproduksi, mendistribusi dan mengkonsumsi informasi di media digital.

Pada titik tertentu kewaspadaannya menurun, sehingga data apapun akan diberikan, demi tetap berlangsungnya interaksi di media digital.

SumberNova
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm