( Ist)

Kunjungi Pengrajin Tenun Sikek, Ketua Dekranasda Babel Ajak Kaum Muda Jaga Keberlangsungan Produksi Kain Cual

28 Desember 2021 10:33 WIB

SonoraBangka.id - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama sang istri Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Babel, Melati Erzaldi mengunjungi pengrajin Tenun Sikek di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan Sepuluh Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (27/12/2021).Tenun Sikek dikenal sebagai tenun terbaik di Indonesia.

"Pengrajin diregenerasi dengan baik. Anak muda usia produktif masih mau ikut melestarikan warisan leluhur ini. Bahkan, yang laki-laki juga tidak mau ketinggalan. Kalau di Babel kita masih punya tantangan untuk regenerasi pekerja," ungkap Gubernur Babel.

Baca Juga: Wagub Abdul Fatah hadiri Penutupan Diktukba Polri Angkatan IX 2021

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar Awit menyampaikan bahwa, alat tenun terdapat di seluruh rumah penduduk. Sehingga, orang tua hingga anak-anak tidak asing dengan kegiatan menenun, dan gambar penenun Sikek ini ada di uang Rp5000 lama

"Bisa menenun itu suatu kebanggan. Jadi banyak anak muda yang mau dan tidak malu melestarikan budaya Tenun Sikek," ungkap Kabid Awit.

Sementara Ketua Dekranasda Babel Melati Erzaldi mengatakan Jika dibandingkan dengan pengrajin Tenun Sikek yang masih diproduksi oleh anak muda, pengrajin Tenun Cual Bangka masih di dominasi oleh orang-orang tua. Karenanya, Ketua Dekranasda Melati bersama tim masih berupaya menarik minat angkatan muda untuk terus menjaga kelangsungan produksi Kain Tenun Cual. Mengingat kain yang diproduksi anak muda akan lebih cepat selesai.

Kain Tenun Sikek ini dibuat dengan motif beragam dengan maknanya masing-masing. Jenis benang yang digunakan khas dan beragam yaitu, emas, perak, tembaga, dan tembaga rosegold. Ada dua bagian yang dibuat dalam satu set tenun. Bagian rok/bawahan dan selendang. Untuk mempercantik bagian selendang, biasanya ditambahkan dengan renda dari benang emas yang disulam.

Kemudian tenun yang dibuat, terbuat dari benang polos, sehingga motif yang dibuat tergantung dari kreativitas pengrajin. Untuk memproduksi kain Tenun Sakek dapat memakan waktu hingga berminggu-minggu.


"Memang Indonesia kaya akan adat dan kerajinan ya," ungkapnya.

SumberDiskominfo Babel
PenulisEdwin
EditorEdwin
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm