Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ketika melakukan rapat terbatas terkait perkembangan kasus virus varian Omicron, di Jakarta, beberapa waktu lalu.(Dokumentasi Kemenko Marves)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ketika melakukan rapat terbatas terkait perkembangan kasus virus varian Omicron, di Jakarta, beberapa waktu lalu.(Dokumentasi Kemenko Marves) ( kompas.com)

Luhut Sebut Indonesia Akan Jadi Basis Industri Manufaktur Baterai Kendaraan Listrik

25 Februari 2022 22:14 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Pemerintah Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk memasuki era kendaraan rendah emisi, lewat program kendaraan bermotor listrik untuk transportasi jalan (Perpres No.55/2019).

Masalahnya, pemanfaatan kendaraan listrik itu punya banyak aspek dan luas mulai dari mengurangi impor bahan bakar minyak dan elpiji, hingga mendorong pengembangan industri manufaktur nasional.

Demikian dikatakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Energy Outlook 2022 CNBC di Jakarta, Kamis (25/2/2022).

"Salah satu alasan pemerintah mendorong pemanfaatan kendaraan listrik berbasis baterai karena pemerintah juga berupaya mengembangkan industri manufaktur baterai berskala besar di Tanah Air," kata dia.

Luhut mengatakan, industri manufaktur baterai tersebut agaknya akan memanfaatkan sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia dan sudah dilarang ekspor untuk mengoptimalkan nilai tambah di dalam negeri.

Selain bisa dimanfaatkan untuk kendaraan, baterai tersebut juga bisa untuk mengefisienkan pengoperasian pembangkit listrik dalam mendukung integrasi energi baru terbarukan ke dalam jaringan tenaga listrik.

Menurut dia, skala pemanfaatan baterai untuk mobil listrik tidak kalah besar dengan yang digunakan untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

"Kami juga memposisikan Indonesia sebagai negara yang turut berpartisipasi mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) untuk menurunkan suhu bumi hingga 1,5 derajat celcius seperti yang dicita-citakan dalam Paris Agreement," ujarnya.

Seiring dengan target tersebut, pemerintah menargetkan mampu produksi 600 ribu unit kendaraan roda empat dan 2,45 juta unit motor listrik pada 2030.

Bersamaan dengan itu, target produksi baterai juga akan terus meningkat dalam sembilan tahun mendatang yang diproyeksikan mencapai 2 juta unit mobil dan 13 juta unit motor.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Luhut Sebut Indonesia Akan Jadi Basis Produksi Baterai Kendaraan Listrik", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2022/02/25/144100515/luhut-sebut-indonesia-akan-jadi-basis-produksi-baterai-kendaraan-listrik.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm