Ilustrasi mengantuk sambil berkendara.(shutterstock)
Ilustrasi mengantuk sambil berkendara.(shutterstock) ( kompas.com)

Mengenal ABS, Penyakit Pengemudi saat Berkendara Jarak Jauh

14 Maret 2022 19:13 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Dalam aktivitas mengemudi, sering dikenal microsleep atau keadaan tertidur sejenak yang dialami pengemudi karena kejenuhan saat berkendara jauh. Microsleep menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di jalan.

Tapi, di samping microsleep ada fenomena lain yang sama berbahayanya, yaitu Auto Behavior Syndrome (ABS).

Berbeda dengan microsleep yang terjadi karena kondisi otak tidak awas, ABS terjadi akibat kelelahan yang berkepanjangan. Sehingga, pengemudi tertidur tanpa sadar.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, kondisi ABS ini lebih kompleks daripada microsleep. Masalahnya, melibatkan berbagai faktor, yang bermuara pada keletihan otak serta fisik.

Pengenalan dan antisipasi gejala ABS bagi kalangan pengemudi di masyarakat Indonesia, menurut Jusri belum meluas.

"ABS terjadi karena keletihan. Bisa kurang tidur dalam jangka waktu yang lama, misal berminggu-minggu kurang tidur. Kemudian melakukan perjalanan panjang yang menguras stamina. Kondisi ABS ini banyak terjadi pada pengemudi angkutan barang dan penumpang," jelas Jusri.

Selain itu, kondisi ini biasa terjadi pada orang-orang yang memiliki penyakit dalam tubuhnya.

"Istirahat yang tidak ada pada sebuah perjalanan, sakit, atau orang yang sedang sakit, atau memiliki penyakit-penyakit dalam. Orang-orang ini akan mudah mengalami kelelahan," kata dia.

Oleh Karena itu, antisipasi yang perlu dilakukan adalah istirahat cukup sebelum berkendara, khususnya bila akan berkendara jarak jauh.

"Pastikan kalau perjalanan panjang itu, tidur minimal delapan jam. Orang-orang yang punya bawaan penyakit dan lain-lain akan mengalami keletihan yang sama," tegas Jusri.

Selain itu, biasakan juga untuk istirahat secara berkala. Jusri menyarankan pengemudi untuk istirahat setiap dua jam sekali selama perjalanan panjang. Istirahat bisa dilakukan di rest area.

"Mereka harus melakukan power nap. Itu 15 hingga 30 menit. Ini akan memberikan kebugaran pada pengemudi," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal ABS, Penyakit Pengemudi saat Berkendara Jauh", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2022/03/14/112200015/mengenal-abs-penyakit-pengemudi-saat-berkendara-jauh.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm