Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kemenag Bangka Belitung saat melakukan Rukyatul Hilal di Pantai Tanjung Kalian Bangka Barat, beberapa waktu lalu.
Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kemenag Bangka Belitung saat melakukan Rukyatul Hilal di Pantai Tanjung Kalian Bangka Barat, beberapa waktu lalu. ( Dokumentasi Bangkapos.com )

Mau Tahu Beda Penetapan 1 Syawal Oleh Kemenag, NU dan Muhammadiyah?

30 April 2022 14:02 WIB

SonoraBangka.id - Sudah tahu, jika Hari Raya Idul Fitri 1443 H diprediksi jatuh pada Senin, 2 Mei 2022?

Ya, prediksi ini didasarkan hisab bahwa posisi hilal sudah tinggi di atas 3 derajat.

Namun, pemerintah melalui Kementerian Agama RI akan terlebih dahulu melakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal di sejumlah tempat di Indonesia.

 

Jika hilal terlihat, maka lebaran Idul Fitri berpotensi dirayakan serentak dengan Muhammadiyah pada Senin, 2 Mei.

Tapi, sebaliknya jika hilal tidak terlihat karena terhalang cuaca mendung, awan atau hujan, maka Kemenag melalui sidang isbat akan memutuskan istikmal atau menggenapkan puasa menjadi 30 hari. Ini artinya Kemenag akan menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Selasa, 3 Mei 2022.

Beda metode penetapan 1 Syawal

Perbedaan penetapan 1 Syawal terjadi karena metode yang digunakan Muhammadiyah, NU dan pemerintah melalui Kemenag berbeda.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1443 H jatuh pada Senin, 2 Mei 2022.

Penetapan tersebut sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1443 H. 

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang berpedoman pada Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm