Umat Muslim berdoa saat melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Padang Arafah, Arab Saudi, Sabtu (10/8/2019). Jemaah haji dari seluruh dunia mulai berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji.
Umat Muslim berdoa saat melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Padang Arafah, Arab Saudi, Sabtu (10/8/2019). Jemaah haji dari seluruh dunia mulai berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji. ( ANTARA FOTO/HANNI SOFIA)

Ini Sejarah Hari Raya Idul Adha yang Sebentar Lagi Kita Dirayakan

13 Juni 2023 09:44 WIB

SonoraBangka.id - Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Islam yang jatuh pada setiap tanggal 10 Zulhijah.

Hari Raya Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji dan Hari Raya Kurban.

Disebut demikian, karena pada 10 Zulhijah, umat Islam yang menunaikan ibadah haji sedang melaksanakan rukun haji terakhirnya dengan penyembelihan kurban.

Pada hari Idul Adha, umat Muslim berkumpul pada pagi hari untuk melaksanakan salat ied, dan dilanjutkan prosesi penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba, bagi yang mampu.

Hewan kurban yang telah disembelih kemudian disalurkan kepada masyarakat umum sebagai sarana ketakwaan kepada Allah SWT. Lantas, bagaimana sejarah Hari Raya Idul Adha dalam agama Islam?

Kisah ketakwaan Nabi Ibrahim

Hari Raya Idul Adha tidak lepas dari kisah ketakwaan Nabi Ibrahim yang rela melakukan pengorbanan atas perintah Allah SWT.

Idul Adha memperingati ujian keimanan paling berat yang pernah diterima Nabi Ibrahim.

Dalam sejarah Islam, Nabi Ibrahim dikenal sebagai sosok yang kaya raya tetapi tidak lalai dalam taatnya kepada Allah.

Konon, Nabi Ibrahim memiliki 1.000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 unta. Harta yang cukup melimpah pada masanya.

Bahkan, riwayat lain mengatakan bahwa jumlah ternak Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor.

Suatu ketika, Nabi Ibrahim ditanya oleh seseorang, terkait pemilik ternak sebanyak itu.

Nabi Ibrahim menjawab bahwa ternak tersebut adalah milik Allah yang akan ia berikan semuanya apabila Allah menghendaki.

Bahkan, Nabi Ibrahim mengaku, ia pun akan memberikan putra kesayangannya, Ismail, apabila Allah juga menghendaki.

Pernyataan Nabi Ibrahim itulah yang kemudian digunakan oleh Allah untuk mengujinya.

Allah menguji iman dan takwa Nabi Ibrahim dengan memintanya melalui mimpi untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail, yang masih berusia tujuh tahun.

Meski telah lama menantikan kehadiran anak dan akhirnya memiliki Ismail di usia lanjut, Nabi Ibrahim mendahulukan dan menaati perintah Allah.

Dengan berat hati, Nabi Ibrahim berusaha membulatkan tekad dan membuang keraguan demi menaati perintah Allah.

Perintah Allah tersebut juga didukung oleh Nabi Ismail sendiri, yang meminta ayahnya mengayunkan pisau sambil berpaling, supaya tidak melihat wajahnya.

Ketika Nabi Ibrahim siap melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih Nabi Ismail di Padang Arafah, tiba-tiba datang firman Allah.

Allah meminta Nabi Ibrahim menghentikan niatnya dan menggantinya dengan penyembelihan seekor kambing.

Diriwayatkan bahwa malaikat pun kagum dengan pengorbanan yang rela dilakukan Nabi Ibrahim untuk membuktikan kesetiaan dan ketakwaannya kepada Allah.

Allah juga telah meridai Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang telah bertawakal. Itulah sejarah peristiwa Idul Adha yang identik dengan penyembelihan hewan kurban.

Namun tak hanya itu, peristiwa hidup yang dialami oleh Nabi Ibrahim dan keluarganya menjadikan lahirnya Kabah beserta ibadah haji.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejarah Hari Raya Idul Adha", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/stori/read/2022/06/30/100000479/sejarah-hari-raya-idul-adha?page=all.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm