Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat ramai dikunjungi pembeli menuju Idul Fitri 1444 Hijriah, Sabtu (8/4/2023).
Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat ramai dikunjungi pembeli menuju Idul Fitri 1444 Hijriah, Sabtu (8/4/2023). ( KOMPAS.COM/ZINTAN PRIHATINI)

Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu, Ini Sejarah Beli Baju Baru Jelang Lebaran

20 Juni 2023 08:52 WIB

SonoraBangka.id - Biasanya, menjelang lebaran khususnya Idul Fitri, masyarakat Muslim Indonesia akan berbondong-bondong ke pasar untuk membeli baju baru.

Baju baru tersebut nantinya akan digunakan saat hari lebaran tiba.

Tradisi membeli baju baru jelang lebaran ternyata sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan masih lestari hingga saat ini.

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Agus Aris Munandar menjelaskan, pakaian yang dipakai saat lebaran, khususnya Idul Fitri merupakan sebuah simbol kesucian.

"Awalnya harus memakai baju, sarung, atau mukena bersih pada waktu shalat Idul Fitri. Itu simbol umat Islam yang kembali fitri setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan," jelasnya kepada Kompas.com, Senin (10/4/2023).

Menurut Agus, pakaian bersih yang dipakai umat Islam saat lebaran merupakan tanda dari manusia yang suci atau bersih dari dosa setelah sebulan puasa Ramadhan.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa orang tua biasa membelikan pakaian baru untuk anak-anak kecil karena mereka akan diajak shalat Id atau juga berkunjung ke rumah saudara.

"Kalau untuk orang dewasa sih pakaian baru itu cuma simbol, yang penting niat baru untuk melaksanakan agama Islam secara baik," lanjutnya.

Sejarah Baju Baru Jelang Lebaran 

Dilansir dari KOMPASTV, tradisi membeli baju baru menjelang lebaran resmi tercatat muncul sejak abad ke-16, sebelum Tanah Air bernama Indonesia.

Tradisi baju baru saat Idul Fitri tertulis dalam buku Sejarah Nasional Indonesia karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto.

Buku tersebut menjelaskan bahwa tradisi ini sudah dimulai sejak tahun 1596 di masa Kesultanan Banten.

Semasa itu, menjelang Idul Fitri, mayoritas Muslim di Kerajaan Banten sibuk menyiapkan baju baru.

Bedanya, saat itu hanya kalangan kerajaan saja yang bisa membeli pakaian bagus untuk Idul Fitri.

Mayoritas rakyat biasa masih menjahit baju mereka sendiri.

Tradisi serupa juga ditemui di Kerajaan Mataram Islam.

Masyarakat yang tinggal di Yogyakarta ini ramai mencari baju baru, dengan cara membeli atau menjahit sendiri, untuk merayakan berakhirnya Ramadhan.

Sementara itu, tradisi beli baju baru tetap ada semasa penjajahan kolonial.

Penasihat Urusan Pribumi untuk Pemerintah Kolonial, Snouck Hurgronje mencatatkan tradisi beli baju baru untuk lebaran dalam bukunya berjudul Nasihat-Nasihat Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889–1936 Jilid IV.

“Di mana-mana perayaan pesta ini disertai hidangan makan khusus, saling bertandang yang dilakukan oleh kaum kerabat dan kenalan, pembelian pakaian baru, serta berbagai bentuk hiburan yang menggembirakan,” tulis Snouck dalam surat yang termuat di buku tersebut.

Hurgronje juga mencatatkan dalam buku Islam di Hindia Belanda bahwa kebiasaan bertamu sambil memakai pakaian baru saat Idul Fitri mengingatkannya pada perayaan tahun baru di Eropa.

Ia juga menyebutkan bahwa kebiasaan ini terutama marak terjadi di Batavia.

Orang-orang Betawi juga mengeluarkan uang untuk membeli petasan dan makanan pada hari raya Idul Fitri.

Hingga kini, membeli baju baru masih menjadi tradisi masyarakat Indonesia menjelang hari raya Idul Fitri atau hari perayaan lainnya.

Meski merupakan tradisi, beli baju baru menjelang Lebaran bukanlah kewajiban ataupun ibadah, melainkan sebatas kebiasaan masyarakat yang sudah turun-temurun.

Membeli Baju Lebaran dalam Islam

Buya Yahya pada postingan Instagram @buyayahya_albahjah, Senin 10 Mei 2021 menerangkan terkait hukum memakai baju baru saat hari raya Idul Fitri.

"Wajibkah Berbaju Baru di Hari Raya? - Buya Yahya Menjawab

Hari raya idul fitri hanya tinggal menghitung hari, tidak sedikit pula umat muslim berbelanja baju baru untuk dipakai di hari raya. Lalu apakah wajib hukumnya ber baju baru di hari raya?," demikian tertulis pada postingan.

Buya Yahya  menerangkan bahwa memakai baju baru saat Idul Fitri adalah kebiasaan umat Muslim.

Hal tersebut terjadinya ketika zaman Rasulullah SAW.

Di masa Rasulullah SAW, Umar ra mendatangi Rasul dan menawarkan baju baru dari bahan sutera untuk dikenakan pada hari raya.

Namun, karena bahan baju dari sutera, Rasul kemudian menolak dan menyebut bahan sutera haram dipakai oleh laki-laki.

Rasul tidak melarang memakai baju baru saat hari raya.

"Kebiasaan orang dalam berhari raya memakai baju baru memang ada, kisah Nabi dengan Umar terjadi perbincangan mengenai baju sutera."

"Nabi menyampaikan haram laki-laki memakai baju sutera tapi tidak melarang memakai baju baru saat hari raya," terang Buya.

Tradisi memakai baju baru saat Idul Fitri adalah perkara yang baik dan bagus, karena menyambut hari nan Fitri dengan pakaian serba baru.

Yang tak diperbolehkan adalah memiliki pakaian baru dengan cara memaksa atau berhutang.

Karena hari raya bukan hanya untuk memakai baju baru, lebih dari itu, yakni keimanannya bertambah.

"Sunnahnya kita memakai baju bagus dan baru kalau punya uang, jangan sampai berhutang, tidak wajib memilikinya saat hari raya."

"Jadi kalau ada duitnya boleh beli baju baru untuk menemui tamu dan berhari raya, maka ulama mengatakan sunnah pakai baju baru."

"Tapi ingat hari raya bukan hanya untuk memakai baju baru, tapi yang imannya bertambah," tutup Buya.


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Sejarah Beli Baju Baru Jelang Lebaran, Ternyata Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu, https://bangka.tribunnews.com/2023/06/19/sejarah-beli-baju-baru-jelang-lebaran-ternyata-sudah-ada-sejak-ratusan-tahun-lalu?page=all.

SumberBangka.tribunnews.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm