Jalan kaki sebelum makan.(Shutterstock/Bignai)
Jalan kaki sebelum makan.(Shutterstock/Bignai) ( KOMPAS.COM)

Jalan Kaki Sebelum atau Sesudah Makan, Mana yang Lebih Baik?

16 Oktober 2023 16:36 WIB

SONORABANGKA.ID - Merupakan Jalan kaki adalah olahraga dengan intensitas ringan yang paling sederhana untuk dilakukan.

Menurut Live Strong, kebiasaan jalan kaki selama 30 menit per hari dengan kecepatan 2 mph mampu membakar 77 kalori.

Dalam jangka panjang, kebiasaan jalan kaki tentu saja berdampak baik bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sama seperti olahraga pada umumnya, jalan kaki juga membutuhkan energi.

Lantas, manakah yang lebih baik? Jalan kaki sebelum makan atau jalan kaki setelah makan?

Jalan kaki sebelum makan atau setelah makan

Jalan kaki sebelum atau sesudah makan sama-sama mampu meningkatkan aktivitas metabolisme tubuh yang sehat.

Tapi, jalan kaki sebelum makan dan sesudah makan akan memberikan reaksi yang berbeda pada tubuh.

Untuk menilai mana yang lebih baik, Anda bisa menyesuaikan dengan usia, kondisi tubuh, dan tujuan dari jalan kaki.

Berikut manfaat jalan kaki sebelum makan dan sesudah makan:

Manfaat jalan kaki sebelum makan

Jalan kaki sebelum makan memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

1. Membakar lemak lebih banyak

Dilansir dari Live Strong, jalan kaki yang dilakukan 30 menit atau lebih sebelum makan bermanfaat mengurangi jumlah gula dan lemak dalam tubuh.

Aktivitas ini akan menstimulasi metabolisme tubuh dengan membakar kalori dan energi.

Studi pada 2006 yang diterbitkan dalam Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism menunjukkan, orang yang jalan kaki sebelum makan membakar lebih banyak lemak dibanding mereka yang jalan kaki setelah makan.

Penelitian pada 2015 di International Journal of General Medicine menegaskan kembali, berjalan cepat dalam keadaan perut korong membantu tubuh membakar lebih banyak lemak.

2. Mengurangi nafsu makan

Selain membakar lemak lebih banyak, jalan kaki sebelum makan juga mampu menurunkan nafsu makan karena peningkatan suhu tubuh.

Ketika suhu tubuh lebih hangat dari biasanya, tubuh akan berkonsentrasi menurunkan suhu tersebut untuk mempertahankan homeostasis.

Dengan begitu, nafsu makan dan pencernaan untuk sementara dikesampingkan sampai tubuh tidak lagi tertekan oleh panas.

Sebaliknya, ketka Anda merasa dingin, nafsu makan akan kembali.

Oleh sebab itu, bila Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, jalan kaki sebelum makan dapat membantu mengurangi asupan makan, terutama jika jalan kaki Anda menghasilkan peningkatan suhu internal yang signifikan.

Manfaat jalan kaki setelah makan

Meskipun jalan kaki termasuk ke dalam olahraga dengan intensitas ringan, tidak disarankan melakukan aktivitas ini setelah mengonsumsi makanan berat. Hal ini karena tubuh akan mencerna makanan dalam jumlah besar sambil berjalan.

Akibatnya, suplai darah yang terlalu banyak akan memaksa jantung bekerja dua kali lipat dari biasanya.

Sebaiknya, tunggu sekitar 45 menit hingga satu jam untuk berjalan kaki setelah makan besar.

Meskipun begitu, bukan berarti jalan kaki setelah makan tidak bermanfaat bagi tubuh. Berikut manfaatnya:

1. Meningkatkan kualitas tidur

Bagi mereka yang mengalami insomnia, jalan kaki setelah makan dapat meningkatkan kualitas tidur.

Hal ini karena bahan kimia yang dibutuhkan untuk menginduksi tidur adalah produk sampingan dari aktivitas metabolisme, terutama ketika gula dibakar untuk energi.

Semakin banyak gula yang digunakan dalam melakukan aktivitas fisik, semakin banyak bahan kimia tidur yang diproduksi.

Aktivitas ringan seperti jalan kaki juga terbukti dapat menghilangkan keinginan makan di malam hari.

2. Menurunkan kadar gula darah

Penelitian yang diterbitkan dalam Sports Medicine menunjukkan bahwa mereka yang berjalan kaki ringan setelah makan memiliki dampak yang signifikan dalam menurunkan kadar gula darah sehingga mencegah risiko penyakit diabetes tipe 2.

Manfaat itu dapat dirasakan meskipun Anda hanya berjalan 2-5 menit.

"Setiap hal kecil yang Anda lakukan akan memberikan manfaat, meskipun hanya langkah kecil," kata Dr. Kershaw Patel, ahli jantung preventif di Rumah Sakit Houston Methodist, dikutip dari The New York Post.

Meskipun jalan kaki ringan setiap hari baik untuk kesehatan Anda, tidak ada salahnya menambah durasi jalan kaki secara bertahap.

Sebab jalan kaki dalam waktu 60-90 menit setelah makan sangat bermanfaat untuk meminimalisir lonjakan gula darah karena pada saat itulah kadar gula darah cenderung memuncak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jalan Kaki Sebelum atau Setelah Makan, Mana yang Lebih Baik? ", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2023/10/16/063000865/jalan-kaki-sebelum-atau-setelah-makan-mana-yang-lebih-baik-?page=all#page2.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm