Kegiatan Wahyu Santoso sebagai petani millenial di Desa Jangkang, Dendang, Belitung Timur.
Kegiatan Wahyu Santoso sebagai petani millenial di Desa Jangkang, Dendang, Belitung Timur. ( Dok/Wahyu Santoso )

Jadi Juara Petani Milenial se Babel, Wahyu Santosa Buktikan Bisa Raih Cuan Jutaan Rupiah

22 November 2023 17:36 WIB

SonoraBangka.id - Saat ini tidak banyak anak muda yang mau turun ke kebun menjadi seorang petani

Namun bagi pemuda asal Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  bernama Wahyu Santoso ini berbeda. 

Ia justru menjadikan petani sebagai profesinya. 

Pilihan Wahyu menjadi petani tak sia-sia, ia berhasil mengukir prestasi membanggakan. 

Wahyu Santoso berhasil menjadi juara 1 petani millenial tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Pemprov Bangka Belitung.

Prestasi yang diraihnya ini mewakili Kabupaten Belitung Timur lewat Kelompok Tani Pelita Bumi Raya karena dedikasinya terhadap dunia pertanian.

Ketika dikonfirmasi Posbelitung.co, Rabu (22/11/2023), Wahyu menyebutkan keberhasilannya meraih juara 1 karena sering menciptakan inovasi-inovasi di bidang pertanian.

Hal itu dinilai oleh pihak provinsi sebagai sesuatu yang punya dampak sosial ke masyarakat dan berkontribusi bagi petani-petani di Desa Jangkang, Dendang, Belitung Timur

"Saya membuat alat-alat yang memudahkan petani dalam bertani, seperti mesin ayak semai, alat pembuat bedengan, modifikasi mesin-mesin yang rusak, hingga pengembangan produk edamame dan turunannya. Lebih ke impact kepada sosial yang dinilai," ungkap Wahyu.  

Sarjana Teknik Mesin Universitas Sriwijaya ini menilai, menjadi petani di tengah gempuran profesi masa kini merupakan kebanggaan tersendiri, apalagi bisa memberikan manfaat bagi sekitarnya.

Raup Keuntungan Jutaan Rupiah

Siapa bilang menjadi petani tidak bisa menghasil cuan yang besar. Justru Wahyu membuktikan menjadi petani, dia bisa meraup hingga ratusan juta rupiah per masa panen.

Untuk itu Wahyu mengajak anak muda untuk tidak gengsi menjadi petani.

Dengan kesungguhan dan ketekunan tentu saja tanaman yang ditanam bisa menghasilkan bahkan mendatang cuan yang berlimpah. 

"Karena saat ini banyak bahan makanan sayur mayur yang didatangkan dari luar. Saatnya kita orang dalam daerah sendiri yang ambil peluang ini. Selain itu juga supaya harganya nanti bisa lebih murah dan otomatis membantu masyarakat," kata Wahyu.

Disinggung rendahnya minat generasi millenial untuk bertani, Wahyu menilai bahwa mindset saat ini yang harus diubah dalam melihat profesi petani.

Dia mengakui memang jika pola petani jaman dulu susah, apalagi alat-alatnya masih konvensional.

Namun saat ini peralatan penunjang sudah banyak yang maju dan harus dikolaborasikan bersama dinas-dinas terkait untuk mendapatkan pendampingan.

Satu hal yang penting juga kata Wahyu adalah kemauan dan niat, karena hal itu sangat penting untuk memotivasi nantinya.

"Kita ciptakan inovasi lewat teknologi sehingga menjadi petani sekarang lebih gampang. Tidak perlu mencangkul atau menyirami satu-satu. Kita buat sistem irigasi yang bisa langsung diketek otomatis. Ini soal mindset," saran Wahyu.

Ya, dia juga berharap makin banyak pemuda-pemuda di Belitung Timur  yang mau menjadi petani karena saat ini sektor pertanian cukup menjanjikan dan prospektif.


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Raih Prestasi Juara Petani Milenial se Babel, Wahyu Santosa Buktikan Bisa Raih Cuan Jutaan Rupiah, https://bangka.tribunnews.com/2023/11/22/raih-prestasi-juara-petani-milenial-se-babel-wahyu-santosa-buktikan-bisa-raih-cuan-jutaan-rupiah?page=all.

SumberBangkapos.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.