"Barang siapa yang menghidupkan dua malam hari raya dan malam Nisfu Syaban, maka hatinya tidak mati di saat hati orang-orang mati."
Imam As-Subki, seorang ulama ahli hadits dari mazhab Syafi'i, menambahkan bahwa menghidupkan malam Nisfu Syaban dapat menghapus dosa selama satu tahun.
Beliau juga menyebutkan bahwa menghidupkan malam Jumat dapat menghapus dosa selama seminggu, dan malam Lailatul Qadar menghapus dosa seumur hidup.
Malam Ampunan dan Waktu Mustajab untuk Berdoa
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:
"Allah melihat para hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni penduduk bumi kecuali dua orang, yaitu orang musyrik dan orang yang bertengkar."
Hadits ini menunjukkan bahwa malam Nisfu Syaban adalah waktu yang tepat untuk memohon ampunan kepada Allah SWT, dengan syarat hati harus bersih dari syirik dan permusuhan.
Selain itu, malam ini juga disebut sebagai salah satu waktu terbaik untuk berdoa.
Sebuah riwayat menyebutkan bahwa ada lima malam yang doa-doanya tidak akan ditolak, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.
Pandangan Ulama tentang Keutamaan Nisfu Syaban
Meskipun banyak hadits yang membahas keutamaan malam Nisfu Syaban, sebagian ulama menyatakan bahwa riwayat-riwayat ini tidak semuanya shahih.
Namun, beberapa ulama hadits seperti al-Albani menganggap bahwa ada riwayat dengan banyak sanad yang membuatnya menjadi shahih atau paling tidak hasan, sehingga dapat dijadikan dalil.
Salah satu riwayat yang dianggap kuat adalah hadits dari Muadz bin Jabal RA, di mana Rasulullah SAW bersabda:
"Pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya, Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."
(HR Thabrani, Daruquthni, Baihaqi, dan Ibnu Hibban).
Artikel ini telah terbit di https://www.kabarbumn.com/ragam/115642178/keistimewaan-malam-nisfu-syaban-waktu-mustajab-untuk-berdoa-dan-mendapat-ampunan?page=3#google_vignette