Ilustrasi
Ilustrasi ( TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Apakah Kamu Termasuk Yang Disebut Nomophobia ? Yuk Kenali Tandanya

15 September 2020 07:54 WIB

 

SonoraBangka.id - Orang yang kecanduan gadget (gawai) mungkin tidak menyadari bahwa dirinya sudah mengalami masalah kesehatan akibat terlalu sering menggunakan benda tersebut.

Dan memang, saat ini dikarenakan terlalu sibuk dengan gadgetnya, kebanyakan masyarakat jadi kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Kondisi itu juga menciptakan beberapa kondisi, misalnya saja phubbing.

Phubbing bisa diartikan sebagai sikap mengabaikan orang lain karena perhatiannya lebih tertuju pada ponsel yang dipegangnya.

Ada juga smombie, singkatan dari smartphone zombie dimana seseorang akan menjadi mirip "zombie" saat bersama ponselnya, tidak peduli pada lingkungannya.

Yang paling banyak ditemui barangkali adalah nomophobia, atau fobia yang dirasakan saat tanpa ponsel.

Nah, jika hal ini terjadi pada Anda,bisa sangat merusak kualitas hidup dan kesehatan.

Apa itu nomophobia?

Menurut Oxford English Dictionary, nomophobia mengacu pada "kecemasan karena tidak memiliki akses ke ponsel atau layanan ponsel.

Namun, kecemasan terkait ponsel bukanlah hal baru.

Kamus tersebut secara resmi menambahkan kata nomophobia pada tahun 2019.

Istilah itu diciptakan pada 2008 berdasarkan survei yang dilakukan oleh UK Post Office untuk menentukan apakah ponsel menyebabkan kecemasan.

Saat itu, sekitar separuh responden mengatakan mereka merasa stres saat tidak bersentuhan dengan ponsel mereka.

Nah, hal ini menjadi semakin buruk setelah belasan tahun berlalu.

Namun begitu, nomofobia tidak dianggap sebagai kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis karena tidak tercantum dalam versi terbaru Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM), yang menjadi standar untuk menentukan kondisi kejiwaan.

Nomophobia dikaitkan dengan gangguan tidur, kantuk di siang hari, dan kebiasaan tidur yang buruk.

90 persen dari 327 mahasiswa yang disurvei dapat dikategorikan memiliki nomofobia sedang hingga parah.

Demikian berdasarkan penemuan sebuah hasil studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Sleep.

Jennifer Peszka, PhD, rekan penulis studi dan profesor psikologi di Hendrix College di Conway, Arkansas mengatakan bahwa peserta mengaku memeriksa email, SMS, atau berselancar di media sosial setelah mematikan lampu untuk tidur.

“Ada beberapa orang yang melaporkan bahwa mereka khawatir akan ketinggalan sesuatu atau bahwa mereka tidak akan bisa mendapatkan bantuan atau menghubungi seseorang jika perlu, ”jelasnya.

Nah, mungkin saja kamu menderita nomofobia, jika kamu tidak bisa tidur tanpa melihat-lihat berita dan media sosial, terus mengaktifkan notifikasi sepanjang malam untuk memastikan tidak melewatkan apa pun, atau selalu meletakkan ponsel di telapak tangan.

Secara umum orang yang nomofobia juga akan cemas saat kehabisan baterai atau tidak bisa terhubung ke sinyal ponsel dan wifi.

Bagaimana cara membantu diri sendiri?

Tips untuk membantu seseorang tidur nyenyak ternyata justru memicu stres pada orang nomofobia. 

Peszta mengatakan bahwa, penelitian mereka menunjukkan bahwa  menyuruh seseorang untuk menempatkan ponsel mereka (jauh) dari kamar tidur  cukup menimbulkan kecemasan sehingga tidur mereka akan terganggu.

Peszka merekomendasikan strategi perilaku kognitif yang dapat  membuat perpisahan dengan ponsel sedikit lebih mudah di malam hari.

Gunakan pengaturan pada ponsel yang membatasi penggunaan, jika kamu tidak dapat jauh dari ponsel saat tidur.

Kamu bisa mengaktifkan fungsi "do not disturb" dari waktu tidur hingga waktu kamu ingin bangun.

Dengan Notifikasi itu berarti dimatikan (tidak akan menyala ketika kamu menerima teks atau email), sehingga kamu tidak akan melewatkan kabar yang benar-benar penting, walaupun kamu tidak akan dapat menerima panggilan telepon, dan kamu tetap dapat memprogram kontak darurat.

Jika keterikatan pada ponsel mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, segeralah untuk mencari bantuan professional psikologi.

Seperti selalu mengantuk di siang hari, terbangun di malam hari untuk membaca notifikasi, atau orang di sekitarmu mulai mengeluhkan sikap kecanduan gawai mu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nomophobia, Ketakutan Jika Tak Pegang Ponsel, Seperti Apa Tandanya?", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/09/14/200705220/nomophobia-ketakutan-jika-tak-pegang-ponsel-seperti-apa-tandanya?page=2.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm