Tim Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang, mengevakuasi korban gantung diri, saat isolasi mandiri di Perumahan Berkah Mandiri Residence, di Jalan Padat Karya, Selindung Lama, Kota Pangkalpinang, Sabtu (9/1/2021)
Tim Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang, mengevakuasi korban gantung diri, saat isolasi mandiri di Perumahan Berkah Mandiri Residence, di Jalan Padat Karya, Selindung Lama, Kota Pangkalpinang, Sabtu (9/1/2021) ( Bangkapos.com/Yuranda)

Diduga Tak Tahan Dengar Stigma Terhadap Dirinya, Pasien Covid-19 Gantung Diri

9 Januari 2021 14:49 WIB

SONORABANGKA.ID - Disampaikan oleh Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, kepada Bangkapos.com, Sabtu (9/1/2021). 

Pria berinisial TA (30) diduga tak tahan mendengar stigma terhadap dirinya. Lantaran ia terkonfirmasi positif Covid-19, melalui test swab antigen. 

Menurut Mikron, selama almarhum menjalani isolasi mandiri, kemungkin yang bersangkutan tidak tahan menahan stigma tersebut, sehingga almarhum nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. 

"Kami beransumsi seperti itu. Tentu saja ini menjadi pelajaran bagi kami untuk depannya, agar pelaksanaan penanganannya lebih komperensif dan lebih menyeluruh," kata Mikron. 

Ia berharap dengan cara seperti itu, tidak didapatkan lagi hal seperti ini. Baik dari sisi penanganan yang dilakukan, dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota. 

"Itu harus berkoordinasi agar segala sesuatu dapat dilaksanakan paripurna," ucapnya.

Sebelumnya, Almarhum TA ini melakukan test swab antigen ini tanggal 29 Desember 2020, di salah satu klinik di wilayah Bangka Belitung. Didapati dari test itu, hasilnya positif. 

"Kenapa dilakukan test swab antigen ini, karena beliau ini merupakan sopir kepala bank yang ada di wilayah Babel, yang terkonfirmasi positif," katanya. 

Kemudian tanggal 6 Januari 2021, lanjut Mikron, yang bersangkutan pergi ke rumah sakit umum Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, untuk pemeriksaan. 

Katanya, menurut hasil pemeriksaan di rumah sakit dan hasil  rontgen yang disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, dr Fauzan, ada gejalan di paru-parunya. 

"Menurut direktur RS itu, dari hasil  rontgen mengandung pneumonia, karena kondisi rumah sakit kita penuh, sehingga dilakukan isolasi mandiri," ucapnya. 

Pihaknya juga dapatkan instruksi dari Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, untuk mendatangi kantor tempat almarhum bekerja.

Tim Satgas Covid-19 memerintakan pihak bank untuk libur, atau Work From Home (WFH) bekerja dari rumah untuk sementara waktu. 

"Kami juga akan melakukan penyemprotan desinfektan di bank tersebut setelah ini," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Pasien Covid-19 Gantung Diri Diduga Tak Tahan Dengar Stigma Terhadap Dirinya, Ini Menjadi Pelajaran, https://bangka.tribunnews.com/2021/01/09/pasien-covid-19-gantung-diri-diduga-tak-tahan-dengar-stigma-terhadap-dirinya-ini-menjadi-pelajaran?page=2.

Sumberbangka pos
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm