Suasana GIIAS 2019(KOMPAS.com/Ruly)
Suasana GIIAS 2019(KOMPAS.com/Ruly) ( kompas.com)

Gaikindo Klaim Industri Otomotif Bebas PHK Selama Pandemi Covid-19

22 Oktober 2021 21:28 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengklaim sekitar 1,5 juta pekerja di industri otomotif dinyatakan bebas dari ancaman atas pemutusan hubungan kerja (PHK) karena dampak dari pandemi Covid-19.

Hal tersebut sejalan dengan keputusan pemerintah RI yang tak menghentikan aktivitas pabrik dan runutannya secara penuh. Sehingga, industri otomotif di dalam negeri masih bertahap walau terdapat penurunan daya beli.

"Kami bersyukur industri otomotif masih tetap dapat bertahan saat pandemi. Bahkan, tak ada satupun PHK yang terjadi, kecuali pegawai kontrak yang tak diperpanjang atau outsourching," ujar Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi dalam konferensi pers, Kamis (21/10/2021).

"Overall, tidak ada PHK di industri otomotif baik roda dua maupun roda empat," lanjutnya.

Lebih jauh, Nangoi mengatakan bahwa keberhasilan itu bisa tercapai berkat dukungan pemerintah yang menaruh perhatian lebih terhadap sektor otomotif di Indonesia.

Masalahnya, di saat negara lain diharuskan menutup pabrik otomotif selama masa pembatasan, pemerintah dalam negeri justru membiarkannya tetap beroperasi dengan protokol ketat (kapasitas maksimal ditekan).

Selain itu, dukungan pemerintah melalui diskon PPnBM juga menjadi salah satu faktor bertahannya industri otomotif tanah air.

Dengan stimulus tersebut, penjualan mobil naik dan permintaan meningkat mengembalikan keadaan dari anjloknya industri otomotif dari tahun lalu.

“Kemenperin men-suport industri otomotif dengan memberikan spesial insentif yang kita sebut PPnBM DTP (Ditanggung Pemerintah). Hasilnya pada bulan September-Oktober penjualan menjadi lebih baik," kata Nangoi.

"Sebelum pandemi penjualan kita rata-rata per bulan 90.000 unit, bulan April-Mei tahun lalu cuma 5.000 unit per bulan. Sementara untuk sekarang, setelah pandemi Agustus-September 2021 penjualannya kembali di angka 85.000,” kata Nangoi, menambahkan.

Adapun industri otomotif merupakan inudstri padat karya yang mempunyai kaitan atau dampak luas terhadap sektor industri lainnya. Tercatat, lebih dari 1,5 juta orang berkerja di lini ini.

Pekerja tersebut tersebar di lima sektor, yakni pelaku industri tier I, tier II dan tier III, pelaku industri perakitan, pembiayaan, asuransi, diler, bengkel resmi, hingga bengkel tidak resmi. Tapi, tidak dirinci berapa porsi karyawan tetap dan kontrak atau outsourching dari jumlah tersebut yang kehilangan pekerjaan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gaikindo Klaim Otomotif Bebas PHK Selama Pandemi Covid-19", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/10/22/112200515/gaikindo-klaim-otomotif-bebas-phk-selama-pandemi-covid-19.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm