Kisah tragis nenek yang dititipkan di panti jompo
Kisah tragis nenek yang dititipkan di panti jompo ( kompas)

Saat Satu Indonesia Prihatin LIhat Tiga Anak 'Buang' Ibu Kandungnya yang Sudah Renta ke Panti Jompo Sampai Akhir Hayat

2 November 2021 07:55 WIB

SonoraBangka.ID - Beberapa hari ini, media dikejutkan oleh sikap tiga anak kandung yang titipkan orangtuanya yang sudah renta ke panti jompo. 

Tangis Trimah (69) pecah saat mengingat anak-anak kandung yang menitipkannya ke panti jompo.

Ketika itu, Trimah seketika bergetar dan melemah ketika mengucapkan asa di dalam hatinya.

"Mudah-mudahan saja dia (anak-anaknya) masih ingat punya orangtua," tutur Trimah saat ditemui di Griya Lansia Husnul Khotimah, Senin (1/11/2021).

Ingatan Trimah kembali ke hari di mana anak-anak yang dilahirkannya mengantarkannya ke panti khusus lansia, Griya Lansia Husnul Khatimah di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang pada 27 Oktober 2021.

Di tempat tersebut, Trimah menempati kamar lansia 10. Saat masuk ke panti tersebut, Trimah dalam kondisi tidak bisa berjalan akibat gangguan kesehatan di bagian persendiannya.

Tak usah heran, ia sangat sulit berjalan. 

Trimah merupakan warga Magelang, Jawa Tengah.

Dia memiliki tiga anak, dua perempuan dan satu laki-laki.

Dua anaknya ada di Jakarta, satu lagi yang perempuan ada di Pekalongan, Jawa Tengah.

Dia sempat tinggal bersama anaknya yang di Pekalongan.

Kemudian, dia pindah ke anaknya yang di Jakarta Di Jakarta, Trimah tinggal di rumah kontrakan sampai masa kontraknya habis sebelum akhirnya dititipkan di Griya Lansia.

Trimah mengatakan, suami dari anaknya yang di Jakarta bekerja sebagai tukang ojek.

Sedangkan anak laki-lakinya bekerja sebagai buruh sopir di Jakarta dan terkena PHK akibat pandemi Covid-19.

Adapun suami dari anaknya di Pekalongan juga bekerja sebagai tukang sopir.

Saat hendak dititipkan, Trimah mengaku tidak diberi tahu terlebih dahulu.

Saat itu, ketiga anaknya yang mengantar hanya mengatakan ingin mengajaknya jalan-jalan.

"Pokoknya pergi yuk, tadinya bilang (perginya) dekat," katanya.

Saat tiba di Griya Lansia, Trimah hanya mengikuti kehendak anaknya meski mengaku kecewa.

"Mereka bilang, Ma hati-hati, yang sabar ya, Mama sabar di sini. Saya bilang iya saja," katanya.

DUA ANAK IBU REBUTAN HAK ASUH ORANGTUA

Bila di tanah air anak campakkan ibu yang sudah mengandung dan melahirkannya, di Arab Saudi dua saudara kandung berada di pengadilan hanya untuk memperjuangkan hak asuh ibunya. MasyaAllah

Dilansir dari Thereporter.my, dua saudara kandung di Arab Saudi bertengkar memperebutkan hak asuh ibu.

 

Hingga kasus tersebut terpaksa dibawa ke pengadilan.

Hizal al-Fuhaidi menangis hingga air matanya membasahi janggutnya.

Mengapa? Karena dia kalah di pengadilan usai terlibat perdebatan sengit dengan saudaranya.

Yang ia tangisi bukan karena kehilangan harta benda.

Melainkan kesempatan hak asuh terhadap ibunya hilang usai kalah di pengadilan.

Selama hidupnya, san ibu memang tinggal dengan Hizan.

Seiring bertambahnya usia, adik perempuannya yang tinggal di kota lain ingin membawa ibunya tinggal bersamanya

Alasasannya adalah masalah kesehatan dan fasilitas lainnya di kota ini jauh lebih baik daripada di pedesaan.

Namun, Hizan menolak alasan sejauh ini bahwa ia masih bisa merawat ibunya.

Penolakan Hizan membuat perselisihan di antara mereka berdua sampai kasus tersebut diajukan ke pengadilan.

Sidang dimulai, sampai hakim meminta agar ibu hadir di pengadilan.

Kedua bersaudara ini mendukung ibu tua mereka, yang beratnya kurang dari 40 kilogram.

Hakim bertanya kepadanya, "Siapa yang lebih berhak tinggal bersamamu?"

Ibu yang mengerti pertanyaan itu juga menjawab, "Ini adalah mata kanan saya!".

Sementara tangannya menunjuk ke arah Hizan dan "Ini adalah mata kiriku!".

Jari-jarinya ditutup dengan benar ke arah saudara perempuan Hizan.

Hakim berpikir sejenak, kemudian memutuskan bahwa hak asuh diberikan kepada adik perempuan Hizan berdasarkan pertimbangan.

Bagaimana air mata yang mulia dilepaskan oleh Hizan.

Air mata penyesalan karena tidak bisa merawat ibunya saat ia telah bertambah usianya.

Dan betapa bangga dan mulia seorang ibu diperebutkan oleh anak-anaknya.

Ini adalah pelajaran dan pelajaran yang sangat mahal tentang pengabdian kepada orang tua.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm