Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka, Gulyono Penalva.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka, Gulyono Penalva. ( (Bangkapos/Arya Bima Mahendra) )

Sebanyak 26 ASN Meninggal Dunia, Hingga 130 Pensiun Selama Tahun 2021

10 Januari 2022 21:18 WIB

SONORABANGKA.ID - Pada Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka kehilangan sebanyak 156 orang aparatur sipil negara (ASN). Jumlah tersebut terdiri atas 130 orang yang pensiun dan 26 orang yang meninggal dunia.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka, Gulyono Penalva mengatakan bahwa sebagian besar ASN yang pensiun selama tahun 2021 adalah dari kalangan guru.

"Untuk yang ASN pensiun non-guru ada sebanyak 46 orang dan sisanya sebanyak 84 orang adalah guru," ujar Gulyano saat diwawancarai Bangkapos.com, Senin (10/1/2022).

Sementara itu, menurutnya jumlah ASN yang pensiun ditambah yang meninggal dunia pada Tahun 2021 lebih banyak jika dibandingkan dengan Tahun 2020.

Selain itu pada Tahun 2020, Kabupaten Bangka kehilangan sebanyak 107 orang yang pensiun karena sudah waktunya dan 10 orang yang meninggal dunia.

"Ada juga 4 orang yang pensiun karena keinginan sendiri dan 1 orang yang pensiun karena alasan sakit. Jadi para tahun 2020, Kabupaten Bangka kehilangan 122 orang ASN," ujarnya.

Diakui Gulyono, kini Pemerintah Kabupaten Bangka terbilang kekurangan tenaga ASN dan pada Tahun 2022 ini, seleksi CPNS kembali ditiadakan.

Padahal, sejak Tahun 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten Bangka belum membuka lagi formasi untuk pendaftaran CPNS.

"Untuk tahun ini Pemkab Bangka belum menerima pendaftaran CPNS, tapi yang PPPK akan kembali dibuka dan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidik. Tapi tidak menutup kemungkinan juga akan ada peluang dibukanya formasi untuk disiplin-disiplin ilmu yang lain," tambahnya.

Walaupun secara kebutuhan Kabupaten Bangka kekurangan ASN, namun dengan banyaknya tenaga kontrak, maka dapat membantu mencukupi SDM yang diperlukan.

"Untuk jumlah ASN dan tenaga honorer kita jumlahnya cukup seimbang, yakni ada sekitar 3.833 orang PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja sebanyak 14 orang serta tenaga kontrak sebanyak 3.320 orang,"jelasnya.

Gulyano menuturkan bahwa pada Tahun 2022 ini, jumlah ASN yang pensiun juga kemungkinan akan lebih banyak, terutama dari kalangan guru.

"Secara jumlah, memang lebih banyak ASN yang administrasi umum. Tapi yang akan banyak pensiun tahun ini nampaknya adalah para guru karena memang banyak yang usianya sudah memasuki masa pensiun," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul 26 ASN Meninggal Dunia, 130 Pensiun Selama Tahun 2021, https://bangka.tribunnews.com/2022/01/10/26-asn-meninggal-dunia-130-pensiun-selama-tahun-2021.

Sumberbangka pos
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm