( )

Siap Beralih Ke Kompor Listrik, 3 Daerah Ini Akan Dibagikan Kompor Listrik Secara Gratis

22 September 2022 09:13 WIB

SonoraBangka.Id - Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengadaan untuk 300.000 kompor induksi.

Memang spesifikasi yang dilontarkan dalam proses pengadaan ini adalah spesifikasi yang pada waktu itu dirancang agar kompor induksi bisa bersaing secara teknis dengan kompor LPG.

“Spesifikasi tersebut ialah kecepatan, kenyamanan, dan kompor LPG 3 kg terdiri dari dua tungku yang satu kecil dan satu besar. Untuk itu, PLN telah melakukan market sounding ke pabrikan penyedia dalam negeri,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (14/9).

Ratusan ribu kompor listrik akan dibagi gratis untuk uji coba konversi kompor gas. Berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan kompor listrik dengan kompor gas.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memulai uji coba konversi kompor gas ke kompor listrik atau kompor induksi di tiga kota. Konversi ke kompor listrik untuk mengurangi penggunaan gas elpiji 3 Kg yang kini memakan subsidi semakin besar.

 Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan, uji coba kini tengah dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dalam uji coba ini, PLN akan membagikan kompor listrik gratis ke tiga kota antara lain Denpasar, Solo dan salah satu kota di Sumatra Utara.

"Ini uji coba untuk melihat minat masyarakat sekaligus mempelajari aspek keteknikkannya, misalkan berapa kapasitas daya tungku yang cocok," kata Dadan kepada Kontan, Senin (19/9).

Dadan melanjutkan, dalam tahapan ujicoba ini PLN bakal membagikan kompor listrik beserta alat masaknya untuk 1.000 rumah tangga di setiap kotanya secara gratis.

Sebelumnya, PLN mengakui saat ini pihaknya telah melaksanakan market sounding ke 11 pabrik untuk mendukung program konversi kompor LPG 3 kg ke kompor induksi.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan, pemerintah berupaya untuk meminimalkan beban subsidi LPG. Kendati demikian proses itu diakui memerlukan waktu.

"LPG kita ini sekarang kalau impor sudah sampai 8 juta ton. Subsidi ada Rp 119 triliun, masa kita mau begitu terus," kata Arifin ditemui di Kompleks Kementerian ESDM, Jumat (16/9).

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm