Pemakaman Sentosa, Semabung Kota Pangkalpinang
Pemakaman Sentosa, Semabung Kota Pangkalpinang ( bangkapos.com/Resha Juhari )

Terbesar se-Asia Tenggara dengan Luas 19,9 ha, Ini Sejarah Kuburan Cina Sentosa di Pangkalpinang,

17 Juni 2023 13:47 WIB

SonoraBangka.id - Berada di jalan Soekarno Hatta Pangkalpinang, terdapat sebuah makam Cina bernama Pekuburan Sentosa (Tjung Hoa Kung Mu Yen).

Kuburan tersebut memiliki luas 19,9 ha dan terdapat lebih dari 12.000 makam.

Sebelum dikelola oleh Yayasan Sentosa, kuburan Cina ini awalnya merupakan sumbangan dari keluarga bermarga Boen.

Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung Akhmad Elvian menyebutkan, keluarga Boen adalah satu di antara keluarga terpandang di Pangkalpinang.

Selain menyumbangkan tanahnya untuk kuburan Cina, keluarga Boen juga menyumbangkan tanahnya untuk pendirian Kelenteng Kwan Tie Miau.

Kelenteng Kwan Tie Miau tersebut didirikan pada Tahun 1841 Masehi dan terletak di Jalan Mayor H. Muhidin, Pangkalpinang.

Mengutip dari wonderful.pangkalpinangkota.go.id, makam keluarga Boen Sun Yat Sen menjadi makan tertua yang ada di sana, diperkirakan pada tahun 1915.

Sementara Pekuburan Sentosa sendiri dibangun pada 1935 dan kini menjadi kompleks pemakaman terbesar se-Asia Tenggara.

Menurut tugu pendiri makam yang terletak di depan atau pada sisi barat Paithin, makam ini didirikan oleh empat orang. 

Yaitu Yap Fo Sun yang wafat pada 1972, Chin A Heuw wafat pada1950, Yap Ten Thiam wafat pada 1944 dan Lim Sui Cian (tidak jelas tahun wafatnya pada masa pendudukan Facisme Jepang).

Makam Cina di sini dibangun dalam bentuk dan arsitektur yang unik dan menarik, serta dihiasi dengan tulisan aksara Cina yang indah dan sangat jelas, menunjukan status sosial ekonomi orang yang dimakamkan.

Makam juga umumnya dibangun pada lokasi perbukitan, hal ini menunjukan penghargaan dan penghormatan yang tinggi orang Cina terhadap leluhur dan nenek moyang mereka.

Tak hanya berisi makan orang China saja, di Pekuburan Sentosa juga terdapat dua makan orang beragama muslim.

Yaitu makam Ny Tjurianty Binti Kusumawidjaya, lahir tanggal 27 September 1947 Masehi, wafat tanggal 9 Desember 1994 Masehi.

Lalu pada sisi selatan agak ke barat di sisi jalan terdapat makam Gunawan Bin Tanda, lahir tanggal 30 Maret 1978 Masehi dan wafat tanggal 7 November 2008 Masehi.

Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung Akhmad Elvian menjelaskan bahwa Pekuburan Sentosa juga bisa digunakan untuk memakamkan jenazah dari berbagai suku, bangsa, maupun agama.

Dengan catatan masih ada lahan yang kosong atau tersisa.

"Jadi siapapun yang meninggal dan ingin dimakamkan di Ngicung atau pemakaman Sentosa minta izin kepada pengurus yayasan,"

"kalau masih ada lahan yang kosong dibolehkan, tanpa memandang suku, agamanya, mau itu kaya miskin bahkan keluarga bangsawan. Mau dia Khatolik, Islam, konghuchu yang utama," tuturnya dikutip dari Sonora.id.

Di sini terdapat makam yang dibangun dengan batu granit seharga 500 juta rupiah.

Karena memang makam di sini memiliki ciri khas arsitektur megah, khas makam China di Pekuburan Sentosa

Elvian menyebutkan, di antara makam-makam di kompleks makam Sentosa, terdapat juga makam Paulus Tsen On Ngie (Zeng Aner) yang lahir di Cungphin (Tiongkok) pada Tahun 1795 Masehi dan wafat di Sungaiselan pada tanggal 14 September 1795 Masehi.

Dan makan Paulus Tsen On Ngie sengaja dipindahkan dari Distrik Sungaiselan ke Distrik Pangkalpinang mengingat ketokohan dan keteladanan Paulus Tsen On Ngie sebagai penyebar agama Katolik pertama di pulau Bangka.

Menurut Elvian, di sini kerap diadakan kegiatan paling unik dan luar biasa yaitu pelaksanaan Ceng Beng atau Qing Ming (bersih dan terang) yang jatuh pada tiap tanggal 5 April setiap tahunnya.

Warga Tionghoa yang berasal dari Pulau Bangka, Pulau Belitung maupun yang ada di perantauan di berbagai daerah dan luar negeri seperti Hongkong, Singapura, dan RRC berdatangan ke komleks pemakaman Sentosa untuk melaksanakan ritual Ceng Beng.

Ritual biasanya dimulai sejak pukul 02.30 WIB dini hari, para peziarah mulai berdatangan ke makam dengan membawa sesajian yang telah disiapkan dari rumah masing-masing.

Seperti di antaranya Sam-sang (Tiga jenis daging), Sam kuo (Tiga macam buah-buahan) dan Cai choi (makanan vegetarian).

Di makam leluhurnya, masing-masing para peziarah akan melakukan ritual sembahyang.

Sebelumnya, kubur diterangi oleh lilin, dibakar hio (garu), dan diletakan kim chin (uang palsu kertas) di atas tanah makam, sembari memanjatkan doa agar arwah orang tua dan leluhur mereka tenang di alam baka.

Selain itu, mereka juga akan meminta diberikan rezeki serta kedamaian.


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Sejarah Kuburan Cina Sentosa di Pangkalpinang, Terbesar se-Asia Tenggara, Luasnya 19,9 ha, https://bangka.tribunnews.com/2023/06/17/sejarah-kuburan-cina-sentosa-di-pangkalpinang-terbesar-se-asia-tenggara-luasnya-199-ha?page=all.

SumberBangkapos.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm