“Alhamdulillah, tradisi Ruwah Kubur ini berjalan dengan sangat meriah. Jadi tradisi Ruwah Kubur ini sendiri kita mulai dari pukul 05.30 yang mana masyarakat Desa Keretak dan Keretak Atas datang ziarah kubur serta mendoakan para orang tua, saudara, maupun kerabat, dan terakhir nganggung bersama di masjid,” jelas Ahmad.
Disebutkan Ahmad, terdapat kurang lebih 1.000 dulang yang sudah dipersiapkan pada tradisi Ruwah Kubur serta tablig akbar yang diisi dengan tausiah oleh Ustaz H. Kemas Mahmud di Masjid Al-Ihsan.
“Ruwah kubur ini menyasar segala generasi dan bagaimanapun ini adalah tradisi, budaya, dan adat yang sudah turun temurun dari dulu serta memiliki banyak manfaat, jadi kita harapkan baik itu generasi tua maupun muda dapat saling merangkul dan bersemangat untuk melestarikan ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Mirhamza (42), warga Desa Keretak berharap kegiatan tradisi ruwah kubur ini dapat terus semakin meriah, ditingkatkan hingga berlanjut.
“Dari saya lahir hingga sekarang, tradisi ini sudah ada dan berjalan terus menerus. Melalui tradisi ini juga kita bisa saling mengenal dan menyapa baik itu tua maupun muda sehingga harapannya kegiatan syiar ini dapat semakin ditingkatkan dan dimeriahkan,” ungkap Mirhamza.
Sementara itu, turut hadir Anggota DPRD Bangka Tengah Dapil Kecamatan Simpang Katis dan Sungaiselan, Camat Sungaiselan, Kepala KUA Kecamatan Sungaiselan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat Desa Keretak.
Artikel ini telah terbit di https://bangkatengahkab.go.id/berita/detail/kominfo/1000-dulang-warnai-ruwah-kubur-desa-keretak-bangka-tengah