Ilustrasi
Ilustrasi ( shutterstock )

Penyebab GERD dan "Leaky Gut" Salah Satunya "Food Intolerance"?

9 September 2020 14:30 WIB

 

SonoraBangka.id - Beberapa waktu lalu kembali viral penyakit yang di sangkutpautkan dengan kematian  selebritas, Ashraf Sinclair, yakni GERD ( gastroesophageal reflux disease) atau penyakit asam lambung.

Hal tersebut dikarenakan, ketika Ashraf mengalami GERD yang menyebabkan fungsi jantungnya berhenti.

Namun setelah itu simpang siur tersebut lenyap dengan sendirinya.

Kendati demikian, mungkin ada yang belum mengenal lebih dalam tentang apa itu GERD?

A Firmansyah Wargahadibrata, seorang Spesialis Gizi Klinis Bandung Skin Center mengatakan bahwa GERD bisa dipicu oleh berbagai hal.

Dia menyebut, mulut penderita GERD sering terasa asam, disertai rasa perih di dada hingga tenggorokan.

Pemicunya bisa dari stres, cemas berlebih, ataupun akibat food intolerance secara berlebihan dan rutin.

Kepada Kompas.com di Bandung, Senin (24/2/2020), Firman menjelaskan bahwa Dari hasil pemeriksaan DNA di Asia, ada tiga jenis makanan di dunia yang (tergolong) diintoleransi.

Pertama, gluten yang terbuat dari gandum dan terigu.

Risiko tinggi gluten terjadi pada delapan persen orang, risiko sedang 37 persen, dan risiko rendah 55 persen.

Kedua, susu sapi dan olahannya.

Hasil pemeriksaan DNA mengatakan, sembilan dari 10 orang intoleran terhadap laktosa yang ada di susu sapi dan olahannya.

“Kalau pada bayi, diperlihatkan dengan pipi merah, anus juga merah. Itu tanda intoleran terhadap susu."

"Untuk dewasa, perhatikan, setelah minum susu mual gak, pencernaannya perih gak,” tutur dia.

Ketiga, kafein.

Kandungan kafein ada dalam beberapa makanan seperti cokelat, kopi, teh, obat-obatan, termasuk obat pelangsing.

Dari hasil penelitian, 1:2 orang Asia intoleran terhadap kafein.

Kandungan ini bisa mendatangkan risiko untuk jantung dan pembuluh darah (stroke, ginjal, tekanan darah tinggi).

Risiko kedua adalah meningkatkan rasa cemas.

Misalnya, ketika tidak meminum kopi, ia merasa tidak bisa berpikir.

Ketiga makanan intoleran ini jika terlalu banyak dikonsumsi akan mendatangkan beberapa risiko.

Pertama inflamasi di seluruh tubuh terutama saluran cerna hingga menjadi GERD.

Kedua, toxin dalam tubuh bertambah.

Ketiga, menguras antioxidan di dalam tubuh.

Leaky Gut

Selain GERD, mengonsumsi food intolerance secara berlebih dan rutin bisa memicu leaky gut atau saluran cerna bocor.

Indikator leaky gut di antaranya bangun tidur masih capek, padahal jam tidur sudah cukup.

Kemudian jerawat tiba-tiba muncul saat dewasa.

“Sehari- hari, badan terasa kurang energi, sulit konsentrasi, dan ngantuk. Orang sering menganggap itu karena faktor usia, padahal itu bisa jadi gejala leaky gut,” tutur dia.

Ciri lainnya, orang dengan leaky gut susah naik berat badan atau tinggi badan dan sebaliknyasering sulit turun berat badan tapi gampang naik.

Nah, seseorang harus mengetahui food intolerance untuk tubuhnya, demi mencegah hal tersebut.

Caranya bisa dengan melakukan tes DNA atau nutrigenomic.

Nutrigenomic adalah pemeriksaan genetik yang menghubungkan antara jenis-jenis makanan dengan penyakit degeneratif.

Pemeriksaan ini bisa memperlihatkan intoleransi tubuh seseorang pada jenis makanan tertentu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal "Food Intolerance", Salah Satu Pemicu GERD dan "Leaky Gut"", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/02/25/110000620/mengenal-food-intolerance-salah-satu-pemicu-gerd-dan-leaky-gut-?page=3.


SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm