Ilustrasi kucing.
Ilustrasi kucing. ( SHUTTERSTOCK/5 SECOND STUDIO)

Anak Autisme Disarankan Untuk Memelihara Kucing. Apa Alasannya ?

26 Januari 2021 10:54 WIB

SonoraBangka.id - Tingkah laku kucing yang menggemaskan menjadi alasan banyak orang untuk menjadikan hewan ini sebagai peliharaan.

Memang, reputasi kucing dalam meningkatkan suasana hati orang dan mencerahkan hari pemiliknya sudah teruji.

Manfaat itu tampaknya akan paling dirasakan oleh anak-anak dengan spektrum autisme.

Sebuah studi kecil menunjukkan bahwa mengadopsi kucing dapat membantu mengurangi kecemasan akan perpisahan dan meningkatkan empati pada anak- anak autisme.

"Kucing, dan hewan pendamping pada umumnya, menawarkan penerimaan tanpa syarat dan jadi teman yang mau mendengarkan.

Merawat hewan dapat membantu anak belajar tanggung jawab," kata penulis studi Gretchen Carlisle, seorang ilmuwan peneliti di Pusat Penelitian untuk Interaksi Manusia-Hewan di Universitas Missouri, di Columbia.

Gangguan spektrum autisme adalah gangguan otak yang memengaruhi keterampilan sosial, komunikasi, dan pola tingkah laku.

Gejalanya sudah bisa terlihat sebelum anak berumur 3 tahun.

Studi baru mengenai manfaat memelihara kucing ini melibatkan 11 keluarga yang memiliki anak autisme antara usia 6 dan 14 tahun.

Keluarga tersebut diikuti selama 18 minggu setelah mengadopsi kucing di penampungan.

Para peneliti menggunakan keterampilan sosial standar dan skala kecemasan untuk memilih anak-anak yang cenderung merespons hewan peliharaan dengan baik.

Kucing-kucing itu juga diperiksa temperamennya.

Secara keseluruhan, orang tua melaporkan ikatan yang terjadi secara instan antara anak dan kucing, dan ikatan tersebut semakin kuat dari waktu ke waktu.

Ilustrasi

Anak juga mampu menjalankan tanggung jawab tambahan untuk merawat hewan peliharaan.

Para peneliti menemukan bahwa kecemasan akan perpisahan, perundungan, dan aktivitas berlebihan pada anak-anak menurun selama periode penelitian.

Anak-anak juga menunjukkan lebih banyak empati setelah mengadopsi kucing.

Sebagian besar keluarga tetap memelihara kucing setelah penelitian berakhir. 

Carlisle mengatakan bahwa kucing bukanlah pilihan yang lebih baik daripada anjing, tetapi kucing yang bersahabat mungkin sangat cocok untuk beberapa anak autisme dan keluarganya.

"Banyak anak autis memiliki masalah sensorik dan saat anjing menggonggong di depan wajah, hal itu bisa membuatmu kewalahan, sedangkan kucing hanya duduk di samping," katanya.

Untuk itu, orangtua harus mencari kucing yang pas untuk anak yang spesial.

Carlisle menambahkan, kucing juga bisa lebih mudah dirawat, terutama oleh orang tua dari anak autisme yang mungkin sudah kewalahan dan stres.

"Kami secara khusus memilih kucing berusia 10 bulan hingga 4 tahun karena ada penelitian sebelumnya bahwa kucing yang lebih muda lebih mudah bersosialisasi dengan anak autisme," katanya. 

Meski begitu, para orangtua harus memikirkan apa yang realistis untuk keluarga sebelum mengadopsi hewan peliharaan.

Tom Frazier dari lembaga penelitian autisme mengatakan, keluarga harus mempertimbangkan berapa banyak waktu dan energi yang harus mereka curahkan untuk perawatan hewan peliharaan, kemampuan dan keinginan anak untuk menjadi bagian dari itu, sebelum membuat keputusan tentang kepemilikan hewan peliharaan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anak Autisme Disarankan Memelihara Kucing", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/01/21/101045620/anak-autisme-disarankan-memelihara-kucing?page=2.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm