Ilustrasi anak anemia, kekurangan zat besi pada anak.
Ilustrasi anak anemia, kekurangan zat besi pada anak. ( Shutterstock)

Mau Tahu 5 Tanda Anak Mengalami Kekurangan Nutrisi? Ini Penjelasannya

5 Oktober 2021 09:01 WIB

SonoraBangka.id - Tidak sedikit anak yang tidak suka mengonsumsi makanan yang sehat.

Padahal, makanan sehat mengandung kecukupan nutrisi seperti vitamin dan mineral tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jika anak-anak mengalami kekurangan nutrisi, ada banyak dampak buruk yang bisa terjadi.

Mulai dari terganggunya kesejahteraan mental, kekurangan energi, hingga menurunnya sistem kekebalan tubuh. 

Sayangnya, dampak-dampak ini tidak muncul secara langsung ketika anak kekurangan nutrisi.

Maka dari itu, orangtua perlu mengetahui apa saja tanda-tanda yang mungkin dialami anak-anak saat mereka kekurangan gizi, seperti berikut ini.

1. Kulit kering dan kuku rapuh

Ketika anak-anak mengeluhkan kulitnya gatal karena kering dan memiliki kuku yang rapuh, itu adalah tanda mereka kekurangan nutrisi di dalam tubuh.

Menurut Everyday Health, kedua kondisi tersebut biasanya terjadi karena anak-anak kekurangan vitamin C, omega-3, kalsium, vitamin B, dan biotin.

Untuk memperbaikinya, mereka perlu banyak mengonsumsi makanan bernutrisi seperti ikan, keju, yogurt, susu, dan makanan mengandung vitamin B yang tinggi lainnya.

Sementara itu, vitamin C dapat ditemukan di dalam sejumlah sayur dan buah-buahan seperti stroberi, buah jeruk, dan sayuran hijau.

Kekurangan kalsium juga dapat diatasi dengan mengonsumsi lebih banyak produk olahan susu, almond, dan kacang-kacangan.

Kemudian, omega-3 dapat dikonsumsi dengan cara makan ikan berminyak seperti salmon, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Mungkin perlu beberapa waktu untuk menyembuhkan tubuh yang kekurangan vitamin dan mineral.

Namun, setelah masa pemulihan, tubuh anak akan menjadi lebih baik dan tampak lebih berenergi.

2. Sering pilek

Apabila anak-anak terus-menerus terkena pilek, sistem kekebalannya mungkin melemah.

Karena itu, mereka membutuhkan makanan yang khusus untuk membangun sistem kekebalan tubuh.

Menurut Consumer Reports, membangun kembali sistem kekebalan tidak akan terjadi dalam semalam.

Tapi untuk membangunnya kembali, mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A, vitamin B, dan vitamin C adalah kunci untuk memastikan sistem kekebalan tubuh kuat.

Itu berarti mereka harus banyak mengonsumsi makanan seperti sayuran hijau, ubi jalar, wortel, tomat, stroberi, dan banyak lagi.

Ketika makanan ini dikonsumsi secara konsisten, sistem kekebalan tubuh akan lebih efektif dalam melawan pilek dan secara keseluruhan membuat anak tetap sehat.

3. Gigi berlubang

Kebanyakan orangtua percaya bahwa alasan anak-anak memiliki gigi berlubang adalah karena mereka tidak cukup menyikat gigi atau mereka terlalu banyak mengonsumsi makanan manis.

Meski itu mungkin menjadi faktor yang berkontribusi untuk memiliki gigi berlubang, tapi kekurangan nutrisi juga dapat berperan penting membuat masalah pada gigi.

Nah, menurut Artistic Touch Dentistry, untuk memperkuat gigi, anak-anak harus memastikan mereka mengonsumsi makanan yang mengandung fosfor.

Ini artinya mereka harus makan banyak sayuran berdaun hijau gelap dan produk susu untuk mencegah gigi berlubang, serta mungkin mengurangi sedikit gula yang dapat membantu.

4. Depresi atau kecemasan

Anak-anak yang tiba-tiba mulai menderita depresi dan kecemasan mungkin tidak selalu memiliki peristiwa yang memicu emosi tersebut muncul ke permukaan.

Menurut Body + Soul, seiring waktu ketika asam amino tidak banyak dikonsumsi dalam makanan bisa menyebabkan depresi dan kecemasan pada anak-anak terjadi secara berlebihan.

Untuk memerangi depresi dan kecemasan pada anak-anak, pastikan mereka secara konsisten diberikan sumber protein setiap kali makan.

Makanan yang mengandung protein sangat baik bagi kesehatan mental mereka agar lebih kuat.

5. Terlambat berbicara

Ketika bayi mulai berbicara sekitar usia satu tahun, mereka hanya mampu mengucapkan beberapa kata.

Saat mencapai usia 18 bulan, menurut Healthline, mereka bisa mengucapkan 10 kata.

Dan setelah itu, mulai sekitar 24 bulan, perbendaharaan kata mulai berkembang dengan mampu mengucapkan 50 kata.

Meski demikian, beberapa anak tidak dapat mengikuti garis waktu ini.

Karena itu, banyak yang diuji untuk autisme dan hasilnya menunjukkan bahwa autisme bukanlah penyebabnya.

Dan bagi sebagian anak, masalah keterlambatan bicara mungkin disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.

Menurut Pharmacy Times, anak-anak yang kekurangan B12 biasanya akan mengalami keterlambatan bicara dan bahasa.

Jika kekurangan tersebut tidak segera ditangani, hal-hal seperti penurunan IQ, gagal tumbuh, kejang, dan banyak lagi dapat terjadi.

Oleh karena itu, untuk membantu mengatasi kekurangan B12, anak-anak harus banyak mengonsumsi makanan seperti ikan, susu, telur, dan lainnya yang dapat membantu meningkatkan fungsi otak.

Hingga pada gilirannya, makanan ini juga akan membantu mengubah anak yang kurang bicara menjadi lebih aktif.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Tanda Anak Mengalami Kekurangan Nutrisi", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/30/132527220/5-tanda-anak-mengalami-kekurangan-nutrisi?page=4.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm