Ilustrasi ibu dan anak
Ilustrasi ibu dan anak ( Ketut Subiyanto )

Ini Tips Memilih Sekolah Menurut Ahli, Jangan Hanya Ikut-ikutan!

4 Maret 2022 07:24 WIB

SonoraBangka.id - Bila kita punya anak yang baru mau masuk sekolah, mungkin sejak beberapa bulan lalu sudah sibuk mencari-cari sekolah untuknya.

Ya, setiap orangtua tentu ingin menyekolahkan anak di tempat terbaik, ibaratnya sampai rela ke sana-ke mari untuk mencari informasi.

Enggak jarang meskipun sudah memiliki banyak informasi, orang tua masih merasa dilema harus memilih sekolah yang mana.

Untuk Anda yang masih bingung sampai saat ini, Monic Christian, founder Tes Bakat Indonesia, memberikan tipsnya. Apa saja, ya?

1. Tujuan Orang Tua

Hal yang paling dasar, ketahui dulu tujuan kita menyekolahkan anak. Setiap orang tua bisa memiliki tujuan berbeda, terlebih kini kurikulum yang ada di Indonesia pun semakin beragam.

“Karena sekolah itu berkesinambungan dari TK sampai SMA, jadi yang harus orang tua tahu terlebih dahulu sebenarnya tujuan pendidikannya buat anak apa?” jelas Monic.

Bila ingin anak kuat di bidang agama, maka bisa mencari sekolah yang berbasis yayasan, misalnya.

Atau bila ingin si kecil sekolah di tempat yang kuat secara akademik, seperti menghafal dan berhitung, maka sekolah-sekolah unggulan hingga sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge bisa jadi pilihan.

Berbeda lagi jika kita ingin anak fokus kepada pengembangan karakter, lebih banyak praktik daripada teori, maka sekolah dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) bisa jadi pilihannya.

Tentu saja ini semua ini kembali kepada tujuan pendidikan yang Anda inginkan.

2. Minat dan Cara Belajar Anak

Selanjutnya, yang bisa dijadikan pertimbangan saat memilih sekolah untuk anak adalah memerhatikan minat, bakat, dan juga cara belajar anak.

Jika diibaratkan, anak dan sekolah bagaikan tanah dan benih, sehingga jika ada salah satu saja yang tidak cocok tentu tidak akan tumbuh dengan maksimal. 

“Jadi jangan sampai sudah masukin anak di sekolah unggulan, tapi kok, anak saya di situ enggak pinter, akhirnya antara menyalahkan anak atau sekolah. Padahal ini benih dan tanahnya enggak cocok,” ujar Monic.

Setidaknya ada 3 gaya belajar anak. Pertama, gaya auditori (pendengaran) di mana anak lebih suka belajar dengan cara mendengarkan, menghafal, dan membaca. Kedua, ada gaya visual (melihat), di mana anak lebih mudah ingat dengan cara melihat.

Misalnya saat membaca bukunya ditandai dengan stabilo, bikin mind map, itu akan lebih mudah baginya.

Ketiga, ada gaya belajar kinestetik (gerak), yaitu proses belajar yang membutuhkan banyak gerak, semisal pelajaran olahraga dan percobaan-percobaan sains.

3. Kesiapan Anak

Yang tak kalah penting adalah mempersiapkan si kecil untuk sekolah, pasalnya tidak sedikit anak yang mengalami separation anxiety ketika mulai sekolah.

Sehingga dari jauh-jauh hari, sebaiknya orangtua mulai memperkenalkan anak bahwa ia akan sekolah.

Hal lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan mulai melatih anak bermain sendiri tanpa didampingi orangtua, misalnya satu jam dalam sehari.

Setiap anak memiliki kesiapan mental yang berbeda, sebaiknya orang tua tidak memaksakan anak sekolah jika memang belum siap.

“Masukkan anak ketika mereka siap, bisa secara berkala, jangan langsung setiap hari. Ambillah yang mulai seminggu dua kali setelah itu seminggu tiga kali dan juga orangtua bisa lebih dulu menemani anak di dalam kelas, jadi kita prosesnya itu progresif,” jelas Monic.

Diungkapkan Monic bahwa, jika secara penelitian, psikologis anak-anak itu ketika di bawah usia 5 tahun memang tidak diwajibkan masuk PAUD.

Ada anak usai 2 tahun dimasukkan PAUD mereka happy, artinya mereka memang sudah siap untuk berpisah dengan orang tua walaupun hanya 2 jam.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm