Ilustrasi kutu rambut
Ilustrasi kutu rambut ( )

Viral Video Rambut Seorang Anak Penuh Kutu, Mau Tahu Tips Atasi Kutu pada Anak ?

5 September 2022 13:33 WIB

SonoraBangka.id - Belum lama ini viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan seorang siswi sekolah dasar (SD) rambutnya dipenuhi kutu.

Video ini bahkan menarik artis Baim Wong untuk datang mengunjungi sang anak.

Unggahan tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram ini. “Salut dengan ibu Guru, selain mengajar juga menjaga kesehatan dan kebersihan anak didiknya... Semangat bu....,” tulisnya.

Unggahan asli video tersebut rupanya berasal dari salah seorang guru di sebuah SD di Karanganyar.

Ilustrasi kutu rambut
Kutu kepala (Intisari)

Zera Ayu Fatmawati merupakan guru SD 01 Sewurejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Dia bercerita, dirinya pertama kali mengetahui adanya kutu rambut di kepala muridnya itu saat Ia melihat bercak titik-titik hitam seperti noda biasa di seragam muridnya.

Betapa kagetnya, Ia saat mengetahui titik-titik itu rupanya bergerak dan ternyata kutu yang berjatuhan.

Tips Mudah Atasi Kutu pada Anak

Meskipun terdengar sepele, kutu rambut jika sudah menyerang rambut anak-anak, adalah mimpi terburuk setiap orangtua. 

Mahluk penghisap darah di kulit kepala ini memang tidak berbahaya.

Biasanya ia menyerang anak-anak, tapi ada juga orang dewasa yang diserang kutu ini.

Bayangkan  ketika anak pada malam hari sulit tidur akibat gatalnya kulit kepala mereka. Atau saat mereka pulang dari sekolah mengeluh tentang kulit kepala gatal dan lebih menjengkelkan lagi sulitnya untuk menghapus mahluk ini.

Dilansir dari viral4real.com, meskipun kutu rambut tidak berbahaya mereka bisa sangat mengganggu dan menyebabkan gatal-gatal dan kulit kepala meradang.

Jika mereka tidak dihilangkan dalam waktu singkat tentu bisa benar-benar berakibat buruk bagi anak-anak karena mereka berkembang biak sangat cepat dan bahkan dapat menyebabkan infeksi.

Apa kutu?

Ilustrasi kutu rambut
Kutu rambut (Ode/Majalah Bobo)

Kepala kutu adalah ektoparasit obligat manusia yang menyebabkan kutu kutu.

Kutu adalah serangga bersayap menghabiskan seluruh hidup mereka pada kulit kepala manusia dan makan secara eksklusif pada darah manusia.

Untuk mengobati kutu, ada kalanya semua yang perlu Anda lakukan adalah menggunakan sisir kutu untuk menyisir rambut anak Anda setiap pagi dan sore selama tiga minggu.

Anda dapat menemukan sejumlah shampoo kutu dan produk sejenis di pasar tetapi jika Anda sudah berurusan dengan situasi ini Anda tahu bahwa mereka dapat menjadi tidak efektif dan agak mahal.

Namun, Anda dapat menggabungkan menyisir dengan beberapa kadang-kadang perawatan berantakan-rumah mudah-meskipun.

Salah satu yang termurah, perawatan di rumah namun yang paling efektif akan penggunaan barang-barang rumah tangga seperti cuka dan obat kumur.

Bagaimana Anda melakukannya? Lihatlah langkah-langkah sederhana di bawah ini-dan mengucapkan selamat tinggal kepada kutu kepala selamanya!

Inilah yang akan Anda butuhkan:

Listerine obat kumur (Anda dapat menggunakan merek lain).
sisir kutu.

Cuka putih.

Beberapa handuk.

cup mandi atau kantong plastik.

Bagaimana cara melakukannya?

Pertama, mencuci kepala anak Anda dengan obat kumur sampai benar-benar basah.

Bungkus rambut dengan kantong plastik atau menutupinya dengan topi mandi.

Tinggalkan obat kumur selama setidaknya satu jam dan hati-hati menghapus tutup.

Mencuci rambut anak Anda dengan cuka dan menutupinya lagi dengan topi selama satu jam tambahan.

Kemudian, menghapus tutup dan mencuci rambut anak Anda dengan sampo biasa.

Pada akhirnya menyisir rambut Anda dengan sisir kutu dan hanya itu!

Caranya adalah dalam bau kuat Listerine yang akan menjauhkan mereka karena mereka tidak tahan dengan bau peppermint.

Anda bahkan dapat menuangkan Listerine dalam botol semprot kecil dan semprot rambut anak Anda sebelum pergi ke sekolah sebagai ukuran pencegahan.

Ini adalah pilihan yang jauh lebih baik daripada kutu shampoo yang tersedia secara komersial karena mereka biasanya penuh dengan bahan kimia beracun yang dapat melakukan banyak kerusakan kulit kepala anak Anda.

Mitos Kutu

Dikutip dari intisari-online.com, Meskipun kutu tidak menyebabkan kerusakan fisik yang serius, tapi dapat menyebabkan tekanan emosional karena banyak orang masih keliru bahwa mereka yang memiliki kutu di kepalanya tanda kebersihan yang buruk.

Kutu menggigit kulit kepala dan makan darahnya, tapi gigitan ini biasanya tidak menyakitkan.

Namun, kutu dapat membuat ketakutan untuk sejumlah alasan, termasuk stigma karena dianggap “kotor”.

Memiliki kutu di kepala, bukan berarti cerminan kebersihan seseorang, demikian menurut Dr. Andrew Bonwit, seorang ahli penyakit menular pediatrik di Loyola University Health System di Illinois, AS.

“Kebersihan pribadi dan status sosial ekonomi tidak ada hubungan dengan memiliki atau ketularan kutu. Kutu kepala merupakan hama yang mempunyai kesempatan yang sama,” jelas Bonwit dalam rilisnya di berita universitas.

Ada beberapa kesalahpahaman umum lainnya tentang kutu, jelas Bonwit. Untuk mengurangi kekhawatiran orangtua, ia menghilangkan mitos-mitos berikut ini.

Mitos: hewan menyebar kutu. Hewan tidak diketahui membawa kutu atau mengirimkannya kepada orang lain, jelas Bonwit.

Mitos: berbagi barang pribadi menyebar kutu. Meskipun mungkin lebih baik untuk tidak berbagi barang-barang seperti sisir, sikat rambut, dan topi, tampaknya ini tidak mengirimkan kutu, jelas Bonwit.

Penularan kutu tampaknya hanya terjadi melalui kontak kepala ke kepala langsung dari satu orang ke orang lain.

Mitos: anak yang memiliki kutu tidak boleh sekolah. The American Academy of Pediatrics tidak mendukung kebijakan tersebut, kecuali karena alasan lain.

Kenyataannya, adanya kutu pada orang dewasa tidak dianggap sebagai alasan tersebut. Sebaiknya segera ke dokter untuk pengobatan.

Mitos: kutu membawa penyakit. Kutu tidak menularkan penyakit menular yang serius.

Meskipun kutu sering bikin heboh, kutu ini memang kecil dan seringkali sulit dilihat.

Kutu sangat kecil, lalu bertelur, yang menempel kuat pada rambut inangnya.

Kutu rambut sangat kecil, bintik-bintik pada sisi batang rambut. Meski tidak menyakitkan, tapi bikin gatal.

Kadang-kadang si pemilik rambut merasa sangat gatal hingga garukan pada kepalanya membuat infeksi kulit ringat dan bahkan menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening di bagian belakang leher atau belakang telinga.

The U.S. Centers for Disease Control and Prevention melaporkan hingga 12 juta kutu dialami oleh anak-anak usia 3 sampai 11 tahun setiap tahunnya.

Pengobatan kutu yang paling umum adalah penggunaan sampo atau lotion kepala resep dari dokter yang harus dioleskan pada kulit kepala, dibiarkan beberapa waktu, kemudian dibilas.

Sering kali sisir bergigi rapat juga diperlukan untuk menghilangkan kutu dari kepala.

Siklus hidup kutu adalah sekitar tujuh hari dari telur sampai menetas, sehingga pengobatan kedua dianjurkan setelah dilakukan pengobatan pertama.

Jika dilakukan perawatan dengan baik, masalah iritasi kulit kepala dapat dihindari.

Kutu Rambut di Zaman Dahulu

Dikutip dari Bobo, Kutu rambut sudah menjadi masalah rambut bagi manusia sejak tujuh juta tahun lalu.

Yap, selama itu manusia sudah diganggu oleh keberadaan kutu rambut!
Pada zaman peradaban Mesir, kutu rambut sudah merajalela dan membuat banyak manusia gatal-gatal.

Buktinya, ditemukan ada dua buah sisir kutu berbahan emas di makam Cleopatra, teman-teman.

Selain sisir kutu, rakyat Mesir Kuno memiliki cara untuk menghilangkan kutu rambut, yaitu dengan cara mencukur habis rambutnya.

Cara ini dianggap cukup efektif hingga sekarang, lo.

Alasan Kutu Rambut Sulit Dibasmi

Saat ini ada lebih dari 500 spesies kutu di dunia.

Jenis kutu yang paling sering ditemui adalah kutu rambut atau Pediculus humanus capitis.

Coba kita cari tahu mengapa kutu rambut ini sulit dibasmi, yuk!

1. Berpegangan Kuat di Rambut dan Bisa Kamuflase

Kutu rambut punya enam kaki yang diujungnya memiliki kait. Ini berfungsi untuk berpegangan dan memanjat rambut kita.

Kutu rambut juga memiliki warna tubuh hitam kecokelatan, sehingga mirip dengan warna rambut.

Belum lagi, ukurannya sangat kecil sehingga sulit terlihat.

2. Berkembang Biak dengan Cepat

Kulit kepala kita juga jadi tempat yang disenangi kutu untuk berkembang biak.

Dalam satu hari, kutu rambut betina bisa mengeluarkan 8 butir telur. Telur ini hanya membutuhkan satu minggu untuk menetas.

Bayi kutu rambut yang sangat kecil tumbuh dewasa saat usianya 10 hari. Saat itu mereka mulai berkembang biak.

Wah, cepat sekali, ya!

Jumlah kutu hidup di rambut dan kulit kepala seseorang biasanya kurang dari 20 kutu.

Namun, jika tidak dihilangkan, bisa ada ratusan kutu mati di kepala kita, nih.

3. Bisa Menahan Napas dan Kebal dengan Zat Pembasmi

Selain bisa berpegangan erat dan berkembang biak dengan cepat, kutu punya kemampuan lain. Yaitu menahan napas.

Kutu bisa menahan napas selama 8 jam. Sehingga ia tetap bisa hidup meski kita mengguyur kepala dengan air atau bahkan berenang.

Kutu rambut juga kebal terhadap pembasmi kutu, karena sejak dulu telah berusaha dibasmi dengan zat tersebut.

Misalnya zat DDT yang digunakan untuk membasmi kutu sejak masa Perang Dunia II.

Karena masalah kutu rambut sudah ada sejak jutaan tahun, ilmuwan mencoba memikirkan cara modern untuk membasmi kutu rambut.

Misalnya dengan membuat losion yang mengandung ivermectin, yaitu campuran yang bisa membuat kutu pingsan karena sistem sarafnya terganggu.

Tak hanya rambut manusia, kutu juga mengganggu hewan dan makanan. 

Nah, itulah beberapa alasan menghilangkan kutu rambut, teman-teman.

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Viral Video Anak Rambutnya Penuh Kutu, Inilah Tips Mudah Mengatasi Kutu pada Anak, https://bangka.tribunnews.com/2022/09/05/viral-video-anak-rambutnya-penuh-kutu-inilah-tips-mudah-mengatasi-kutu-pada-anak?page=all.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm