emaah haji Makassar, Suarnati Daeng Kanang, yang viral pamer emas saat pulang haji.
emaah haji Makassar, Suarnati Daeng Kanang, yang viral pamer emas saat pulang haji. ( Kompas)

Karena Nazar dan Kesembuhan, Alasan Jemaah Haji Suanarti Daeng Kanang Pamer Emas 180 Gram

11 Juli 2023 09:04 WIB

Setelah pemeriksaan barang, lanjut dia, akan dilakukan penghitungan biaya pajak.

Terlebih jika emas itu dibeli seharga di atas 500 US dollar atau sekitar Rp 17 juta lebih.

"Kemudian nanti untuk dilakukan perhitungan pajaknya, karena memang ada ketentuan impornya, pembebasan 500 US Dollar, kalau lebih 500 UU Dollar, lebihnya itu nanti diperhitungkan biaya masuk dan pajaknya dalam rangka impornya," bebernya.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga ikut menyorot sikap jamaah haji yang pamer harta usai menunaikan ibadah haji. 

Fenomena pamer perhiasan emas oleh jamaah haji asal Sulawesi Selatan, menuai sorotan.

Seperti yang baru-baru viral jamaah asal Embarkasi  Makassar, Suarnati Daeng Kanang (46).

Daeng Kanang mendadak viral setelah aksi pamer emas ia tunjukkan setibanya di badara Sultan Hasanuddin, beberapa hari lalu.

Daeng Kanang yang disebut mengenakan emas seberat 180 gram pun bakal dimintai keterangan oleh Bea Cukai  Makassar.

Menurut Muammar yang saat ini juga berada di tanah suci Mekkah, aksi pamer emas yang ditunjukkan beberapa jamaah tidak sepatutnya dilakukan.

Sebab, kata dia, tindakan seperti itu tidak mencerminkan pesan haji yang baru saja ditunaikan.

"Jadi haji itu kegiatan ibadah puncak dari seorang muslim. Dalam haji itu banyak nasihat-nasihat bagi kehidupan seorang Muslim," kata Muhammar Bakry kepada tribun, Selasa (8/7/2023) malam.

Muammar Bakry pun mencontohkan proses haji oleh jamaah yang melalui proses ihram.

Dalam prosesi ihram itu kata dia, jamaah hanya mengenakan dua helai kain.

"Seorang yang berihram tidak mengenakan apa-apa kecuali dua lembar helai pakaian. Ada nilai sosialnya. Jadi nilai haji itu adalah seorang merasa tidak ada apa-apanya di hadapan Allah," terang Muammar Bakry.

"Itulah sebabnya tidak ada pakaian kemewahan yang dibawa ketika melakukan proses haji," sambungnya.

Aksi pamer emas Daeng Kanang dan jamaah lainnya, lanjut Muammar pun dianggap telah menyalahi pesan-pesan haji.

"Jadi, kemabruran haji itu, tentu tidak dilihat dari harta yang dipamerkan setelah pulang," sebut Muammar yang juga Rektor Universitas Islam Makassar.

"Tapi kemabruran haji itu adalah, ketika seseorang meningkatk kebaikan spritual dan kebaikan sosialnya di masyarakat, maka itulah ciri mabrurnya haji seseorang," jelasnya.

Muammar Bakry pun menyinggung masih adanya jamaah yang berhaji dengan mengejar practice atau strata sosial.

"Jadi makna haji itu bukan untuk mengejar practice atau strata sosial di masyarakat, karena pesan haji itu melowprofile kebersamaan, ketawadduh-an dan kesetaraan," tegasnya.

Nah, dari fenomena pamer emas itu, Muammar pun menganggap perlu pembenahan terhadap pembekalan para jamaah sebelum berangkat haji.

Bagaimana menurut kamu?


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Terungkap Alasan Jemaah Haji Suanarti Daeng Kanang Pamer Emas 180 Gram, Buat Nazar dan Kesembuhan, https://bangka.tribunnews.com/2023/07/11/terungkap-alasan-jemaah-haji-suanarti-daeng-kanang-pamer-emas-180-gram-buat-nazar-dan-kesembuhan?page=all.

SumberBangka.tribunnews.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm