Sejumlah karung beras berbagai merek yang dijual oleh para pedagang di Pasar Toboali, Senin (25/9/2023). Harga beras di wilayah itu tak kunjung turun sejak dua pekan terakhir.
Sejumlah karung beras berbagai merek yang dijual oleh para pedagang di Pasar Toboali, Senin (25/9/2023). Harga beras di wilayah itu tak kunjung turun sejak dua pekan terakhir. ( Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Harga Beras di Bangka Selatan Tak Kunjung Turun Hampir Sebulan Ini

25 September 2023 13:37 WIB

SonoraBangka.id - Sejak adanya kenaikan akhir bulan Agustus 2023 lalu, harga beras di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung tak kunjung turun.

Bahkan naiknya harga beras turut dikeluhkan para pedagang yang ada di wilayah itu.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh Yuni (46) seorang pedagang di Pasar Toboali.

Di mana saat ini kenaikan harga beras tak dapat dihindari oleh para pedagang. Naiknya harga beras secara terus menerus telah terjadi sekitar tiga pekan yang lalu.

“Harga beras sudah naik dari tiga minggu lalu. saat ini harga beras juga masih naik,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (25/9/2023).

Yuni mengungkapkan, harga beras premium terkini untuk kemasan lima kilogram telah menyentuh harga Rp73 ribu.

Misalnya saja untuk beras merek KTJ dan 118 ukuran lima kilogram harganya telah naik Rp4 ribu. Dari semula Rp69 ribu kini harganya tembus Rp73 ribu per lima kilogram.

Begitu pula beras lainnya, merek sendok naik sebesar Rp5 ribu per lima kilogram. Semula dijual Rp65 ribu kini menjadi Rp70 ribu per lima kilogram.

Juga beras merek RM naik Rp5 ribu per kilogram. Harga jualnya tembus Rp73 ribu dari semula Rp68 ribu per lima kilogram. 

“Kita jual beras ukuran lima sampai 10 kilogram per karung. Saat ini paling tinggi harganya beras merek KTJ dan 118, harganya sampai Rp73 ribu per lima kilogram,” papar Yuni.

Hal senada turut diungkapkan oleh pedagang beras lainnya, yakni Maulana (50).

Dari beberapa merek beras yang ia jual paling mahal berada pada kisaran harga Rp74 ribu per lima kilogram.

Sedangkan untuk harga beras kiloan dijual dengan harga bervariasi tergantung kualitas, mulai Rp14-15 ribu per kilogram.

“Paling mahal beras merek jeruk, semula Rp68 ribu sekarang Rp74 ribu per lima kilogram. Merek gareng saat ini Rp73 ribu, sebelumnya Rp68 ribu. Untuk harga beras per kilo harga bervariasi, tergantung kualitas,” ungkap Maulana.

Maulana tak menampik, imbas kenaikan harga beras itu membuat pemasukannya juga ikutan turun.

Jika lazimnya dalam sehari warga yang mendatangi lapaknya ada yang membeli hingga 20 kilogram beras, sejak dua pekan ini warga paling banyak membeli 10 kilogram saja.

Sepengetahuan dirinya, naiknya harga beras ini dipicu oleh musim kemarau panjang saat ini.

Akibatnya banyak petani mengalami gagal panen imbas kekeringan. Hal itu pula membuat harga beras naik dari tingkat distributor. Sehingga para pedagang turut menaikan harga.

Diungkapkan bahwa, kenaikan harga beras memang menyeluruh, karena banyak petani gagal panen.

Sementara itu, dari distributor beras harga juga sudah naik, demikian diungkapkannya pula.


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Sudah Hampir Sebulan, Harga Beras di Bangka Selatan Tak Kunjung Turun, Ini Harga Terkini, https://bangka.tribunnews.com/2023/09/25/sudah-hampir-sebulan-harga-beras-di-bangka-selatan-tak-kunjung-turun-ini-harga-terkini?page=all.

SumberBangkapos.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm