Ilustrasi hujan
Ilustrasi hujan ( SHUTTERSTOCK/Brian A Jackson )

Cuaca Pangkalpinang Panas 'Mendidih' Diperparah Musim Kemarau, Bisakah Hujan Buatan Dilakukan?

16 Oktober 2023 19:23 WIB

SonoraBangka.id - Catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung mencapai 34 derajat celsius.

Mengingat kondisi cuaca yang masih terik BMKG mengimbau untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan, seperti pantai dan daerah terbuka, serta banyak mengkonsumsi air putih sehingga tubuh terhidrasi.

Suhu yang panas di Pangkalpinang juga diikuti dengan musim kemarau. Sejumlah warga mengeluhkan kekeringan air.

"Ya Allah, keluar sebentar aja panasnya mendidih, luar biasa teriknya, gak kuat lama-lama di luar," ujar Maya warga Pangkalpinang kepada Bangkapos.com, Senin (16/10/2023)

Hujan tak kunjung turun di Pangkalpinang, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil meminta masyarakat untuk tetap berdoa.

Diakui Molen, hujan buatan hingga kini belum ada wacana untuk dilakukan.

"Kita sampai saat ini masih terus berdoa hujan dapat segera turun di Kota Pangkalpinang kesayangan kita ini. Kalau hujan buatan kami pikir belum ada wacana ke arah sana, karena hujan buatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit tentunya," kata Molen saat dijumpai Bangkapos.com usai menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di SLB Pangkalpinang, Senin (16/10/2023).

Molen mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus berupaya menbantu masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah kelurahan.

"Sampai saat ini kita terus berdoa, untuk masyarakat yang terdampak kekeringan masih kami salurkan melalui BPBD," tuturnya. 

Molen juga mengakui, sejumlah sumber air di Pangkalpinang memang mulai mengalami penyusutan.

"Semoga Oktober ini hujan, jadi sumber-sumber air kita kembali terisi, kami sudah koordinasi dengan BMKG juga katanya memang hujan akan datang bertahap," terangnya.

Apa itu hujan buatan?

Hujan merupakan peristiwa fenomena alam yang sering terjadi.

Hujan buatan merupakan salah satu dari jenis hujan yang dibuat oleh manusia.

Dilansir dari situs resmi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, hujan buatan ditujukan untuk membantu krisis di bidang sumber data air karena iklim dan cuaca.

Hujan buatan pada umumnya memberikan rangsangan ke dalam awan. Rangsangan tersebut untuk memproses terjadinya hujan di awan lebih cepat, dibandingkan dengan proses alami.

Sebelum melakukan proses hujan buatan, dilakukan beberapa persiapan terlebih dahulu, seperti koordinasi dan persiapan teknis.

Persiapan teknis yang dimaksud adalah memodifikasi pesawat agar bisa melakukan sistem delivery atau menghantarkan bahan kimia ke awan.

Proses terjadinya hujan buatan

Dilansir dari Live Science, terdapat beberapa tahap untuk membuat hujan buatan, di antaranya:

  • Hujan buatan bisa terjadi dengan menaburkan zat glasiogenik seperti argentium iodida atau perak iodida.
  • Penaburan bahan kimia tersebut dilakukan pada ketinggian 4.000-7.000 kaki dengan mempertimbangkan faktor arah angin dan kecepatan angin.
  • Penaburan bahan juga dilakukan pada saat pagi hari. Hal ini karena biasanya awan hujan alami terjadi pada pagi hari.
  • Selain zat glasiogenik, juga bisa menggunakan bahan kimia lain eperti zat higroskopis seperti garam, CaC12, dan urea.
  • Garam dan CaC12 ditaburkan ke awan yang ada di langit dengan pesawat terbang, kecuali urea.
  • Setelah ditaburkan, bahan kimia tersebut akan memengaruhi awan untuk berkondensasi dan membentuk awan yang lebih besar dan mempercepat terjadinya hujan.
  • Setelah garam atau CaC12 yang berhasil membuat awan berkondensasi, taburkan bubuk urea. Urea ini membantu dalam pembentukan awan besar dan berwarna abu-abu.
  • Urea ditaburkan pada siang hari.
  • Setelah awan hujan terbentuk, larutan bahan kimia kemudian ditaburkan kembali. Larutan tersebut adalah air, urea, dan amonium nitrat. Larutan ini untuk mendorong awan hujan membentuk butir air.

Dampak positif hujan buatan

Hujan buatan tentu memberikan dampak positif, terlebih pada saat kemarau panjang. Selain itu manfaat lain hujan buatan adalah:

  • Dapat mengatasi kekeringan
  • Dapat mengatasi masalah kabut asap akibat kebakaran hutan
  • Dapat dimanfaatkan untuk memadamkan api pada kebakaran hutan yang cakupannya luas.
  • Dapat membantu pengisian air waduk atau danau untuk keperluan irigai, pembangkit listrik tenaga air, dan lainnya.

Dampak negatif hujan buatan

Disamping dampak positif, hujan buatan ternyata juga memiliki dampak negatif, di antaranya:

  • Jika tidak diperhitungkan takarannya, bahan kimia yang digunakan untuk hujan buatan bisa menimbulkan hujan asam dan berbahaya bagi yang terkena airnya.
  • Bisa menimbulkan pencemaran tanah, karena hujan buatan biasanya mengandung garam dalam jumlah yang banyak.
  • Dapat mengakibatkan banjir jika tidak tepat sasaran
  • Dapat merubah siklus hidrologi yang akan membahayakan pasokan air tanah di musim kemarau.
  • Dapat menimbulkan kerugian materi yang cukup besar jika hujan turun dari hasil hujan buatan yang tidak tepat sasaran.


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Pangkalpinang Panas 'Mendidih' Diperparah Musim Kemarau, Apakah Hujan Buatan Bisa Dilakukan?, https://bangka.tribunnews.com/2023/10/16/pangkalpinang-panas-mendidih-diperparah-musim-kemarau-apakah-hujan-buatan-bisa-dilakukan?page=all.

SumberBangkapos.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm