Rizki bersama istri dan anaknya saat silaturahmi ke kediaman Sekda Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam beberapa waktu lalu sebelum terbang ke Kalimantan menggunakan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021
Rizki bersama istri dan anaknya saat silaturahmi ke kediaman Sekda Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam beberapa waktu lalu sebelum terbang ke Kalimantan menggunakan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021 ( Istimewa)

Kenangan Makci, Titip Pesan Hingga Berikan Topi Biru Dinosaurus

10 Januari 2021 09:59 WIB

SonoraBangka.id - Berita kepergian lima warga Pangkalpinang  Rizki Wahyudi (26) bersama istrinya Indah, anaknya Arkana (8 bulan), ibunya Rosi (51) dan sepupunya Nabila, (11)  meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar, kerabat serta sahabat semuanya.

Mereka masuk dalam manifest penumpang Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan kode penerbangan SJY 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB. 

Diduga pesawat ini telah jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu, dimana  titik lokasi jatuhnya Siriwijaya Air SJ 182 sudah ditemukan.

Sejumlah korban pesawat Sriwajaya Air SJ-182 ada yang merupakan warga dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  (Babel).

Tidak hanya penumpang, ada awak kabin yang merupakan warga Bangka Belitung.

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam  menyebutkan, ada tiga warga Kota Pangkalpinang yang menjadi penumpang pesawat yang dikabarkan jatuh di kepulauan seribu itu.

"Ada tiga orang warga Kota Pangkalpinang di dalam manifest penerbangan itu, namanya Rizky Wahyudi, rumahnya di sebelah jembatan Pelipur, belakang masjid Jamik, tadi sudah kesana tapi rumahnya tutup," ungkap Radmida kepada Bangkapos.com melalui pesan whatsapp, Sabtu (9/1/2021).

Radmida menyebutkan, Sabtu lalu ketiga penumpang peswat tersebut baru saja main kerumahnya.

"Dia itu kerja di Kalimantan bagian kehutanan di ketapang, dari Jakarta ke Pontianak, rencana  terus ke Ketapang, Sabtu kemarin baru ke rumah saya untuk silahturahmi," sebutnya.

Kata Radmida, Rizky ingin memboyong anak dan istrinya, sebab sepi hanya tinggal sendiri di Ketapang.

"Rizky jemput anaknya pulang ke Ketapang tempat kerja, katanya sepi disana," tambah Radmida.

Radmida masih terus mendoakan keselamatan mereka, sebab dirinya masih belum berani meyakini seutuhnya kalau Rizky dan keluarganya jadi korban.

"Kalau memang ini bener, ada namanya disitu Risky Wahyudi, Indah, Nadif, ada ibu dan ponakannya juga, tapi saya belum berani memastikan betul," ungkap Radmida.

Makci Titip Emaknya

Ibu-ibu teman Rosi di Kelurahan Masjid Jamik, dekat rumah Rosi

Tentu saja kabar hilangnya Pesawat Sriwijaya Air SJY-182, tujuan Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1/2021) sore, membuat duka bagi keluarga, kerabat, sahabat serta warga Bangka Belitung.

Banyak kenangan  tidak terlupakan yang dirasakan orang terdekat Rosi bersama anak, menantu,cucu dan ponakannya.

Seperti yang dirasakan Lina (47) tak henti-hentinya menangis haru mengenang Rosi atau yang lebih kerap dipanggil Makci.

Ia masih tak menyangka makci teman ngobrolnya setiap siang dan malam itu menjadi penumpang korban musibah Sriwijaya Air SJY-182 rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1) sore.

Pasalnya kata Lina, Minggu (3/1/2021) lalu dirinya baru menikahkan anaknya, dan Makci menjadi juru masak atau mak panggungnya.

Ia masih ingat betul pelukan terakhir Rosi saat ingin berpamitan pergi ke Kalimantan. Sudah puluhan tahun ia mengenal Rosi sosok yang sangat tegar tak pernah menangis.

Namun pada Kamis (7/1/2021) lalu saat berpamitan denganya, Rosi menangis sambil memeluknya erat.

"Dia sosok yang paling tegar, selama puluhan tahun baru kali ini liat makci nangis, bahkan dia minta maaf terus. Terus ngasi kenanga-kenangan topi sama anak-anak disini," kata Lina sesekali menyeka air matanya saat ditemui Bangkapos.com ditempat Rosi sering duduk bersama Ibu-ibu lainnya, Sabtu malam (9/1/2021).

Lina juga menyebutkan, Rosi sempat meminta untuk menjaga ibunya yang masih tetap tinggal dekat kelurahan Masjid Jamik tersebut.

"Dia sempat pesan berapa kali bilang untuk tolong jagain ibunya yang tinggal di rumah, dilihat-lihat terus, saya bilang iya jangan khawatir kami bisa bantu-bantu nanti disini," ucapnya

Lina menyebutkan, Makci memang terkenal sebagai mak panggung atau juru masak, kerap kali pula menjadi menerima pesanan cattering dalam jumlah banyak.

Topi Biru Dinosaurus Jadi Kenangan

TOPI KENANGAN DARI MAK CI - Anak-anak menggunakan topi terakhir yang diberikan oleh Rossi Wahyuni sebelum berangkat ke Jakarta di Kawasan Masjid Jamik, Kota Pangkalpinang, Sabtu (9/1/2021). Anak-anak dan warga sekitar memanggil Rossi Wahyuni dengan sebutan Mak Ci, anak-anak yang ada disekitar diberikan topi sebagai kenangan-kenangan sebelum ikut anaknya terbang ke Jakarta menuju Pontianak.

Begitu pula bagi Isromaini (52) yang tak menyangka kepergian Rossi (51) ke Jakarta pada Jumat (8/1/2021) lalu ternyata meninggalkan duka yang mendalam.

Warga Jalan KH Abdul Hamid RT 003 RW 001 Kelurahan Rawabangun, Kecamatan Tamansari, Pangkalpinang itu merupakan tetangga Rossi, korban musibah Sriwijaya Air SJY-182 rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1/2021) sore.

"Ya Allah, baru kemarin Rossi pamit, tetangga sekaligus teman saya. Maaf Nan, ku mau pamit, besok mau pergi, mendadak ke Jakarta. Tidak jadi hari Sabtu berangkatnya. Nitip emak ku ok," ungkap Isromaini sambil menangis saat ditemui di rumahnya, Sabtu (9/1/2021) malam.

Menurutnya, Rossi merupakan sosok ibu yang tegar dan kuat meski hidup menjanda.
Pada kesempatan itu, Rossi sempat memberikan topi anak-anak sebagai kenang-kenangan sambil memeluk Isromaini.

Dia menyebutkan, Rossi tinggal bersama ibunya yang sudah tua. Rossi diketahui berangkat ke Jakarta untuk meneruskan perjalanan ke Pontianak.

Rossi ikut bersama anaknya Rizki Wahyudi (26) yang bekerja di Kementerian Kehutanan dengan penugasan di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

Sesuai manifest penumpang, Rossi berangkat bersama Rizki dan istrinya, Indah Halimah Putri bersama Arkana Nadif serta keponakan, Nabila.

Menurutnya pada hari Kamis lalu, Rosi meminta untuk makan barsama dengannya serta ibu-ibu lainnya, teman-teman Rosi.

"Hari Kamis tu, ibu Rosi sempet ngajak makan sama-sama, yang terakhir kali katanya, dia mau pergi ke Kalimantan itu emang seolah-olah dia ga akan balik lagi, bener-bener pergi dan kami tidak menyangka dia ngomong mau pergi itu bener," ujarnya.

Pemberian Rosi kepada anak-anak menjadi kenangan tak terlupakan baginya. Topi bundar berwarna biru, bergambar kartun binatang Dinosaurus itu menjadi kenangan betul oleh anak-anak di Kelurahan tersebut.

"Entah kenapa dia ngasi topi itu sama anak-anak disini, semua dia kasi katanya kenang-kenangan dari Makci karena nanti akan tinggal selamanya di Kalimantan ga akan balik lagi," sebut Is.

Titip SK CPNS

Rapin yang menunjukan SK CPNS yang dititipkan pada dirinya

Rapin (40) paman Rizki, adik bungsu Rosi yang kerap dipanggil acu itu masih tak menyangka kakak dan keponakannya  menjadi penumpang pesawat Sriwijaya Air SJY-182 rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1/2021) sore.

Siang kurang lebih pukul 12:30 WIB, ia masih sempat video call dengan Rizki yang mengabarkan pesawatnya delay belum bisa berangkat.

Sore tadi pukul 17:30 WIB dirinya baru mengetahui bahwa pesawat yang ditumpangi Rizki beserta empat orang keluarganya itu hilang kontak, nama Rizki Wahyudi, Indah (istri Rizki), Rosi (Ibunda Rizki), Nabila (keponakan Rosi), Nadif (anak Rizki) tercantum sebagai penumpang psawat tersebut.

"Terus tadi sekitar jam 7 malam pihak Sriwijaya Air langsung menghubungi kita pihak keluarga, mereka minta  jam 7 pagi besok untuk datang ke bandara, mereka buka posko untuk keluarga korban di Bandara Depati Amir," ungkap Rapin kepada Bangkapos.com saat ditemui di rumahnya, Sabtu malam, (9/1/2021).

Bahkan ia baru menyadari sekarang dua tahun lalu sejak SK CPNS-nya di Kementerian Kehutanan keluar, Rizki langsung meminta Rapin untuk menyimpan SK CPNS-nya.

"Pas dia pulang kemarin dua minggu di rumah saya ini, saya kasih lagi SK-nya karena dia sudah menikah yang wajib memegang SK CPNS-nya itu adalah istrinya, tapi dia nolak dia minta saya yang tetap pegang takut ada apa-apa dengan dirinya, jadi saya simpen lagi," jelas Rapin.

Sebelumnya ia tak permnah menduga, bahkan tak pernah menyangka ini pertanda Rizki menitipkan SK CPNS-nya ke Rapin.

"Saya ingat betul dia ngotot untuk saya tetap pegang SK ini, takut ada apa-apa dengan dirinya cuma gitu dia bilang, saya kasih lagi dia ga mau," tambahnya.

Kata Rapin, Rizki merupakan sosok pemuda yang kuat sebab menjadi tukang punggung keluarganya. 

"Rizki sejak bayi sudah ditinggalkan ayahnya, jadi dialah yang jadi tulang punggung keluarga. Mau ke Ketapang ini biar bisa tinggal sama-sama dengan ibunya, istrinya, anaknya, biar kerja di sana ada yang nemenin katanya," ucap Rapin.

"Sekarang kata-kata itu baru tekenang, ibu Rosi pernah bilang tidak akan pulang lagi ke Bangka  akan tinggal disana selamnya, kalaupun dia meninggal ia tak ingin dibawa pulang ke Bangka, minta dikuburkan di Kalimantan saja. Baru sekarang kepikir dengan kata-kata itu," kenang Rapin.

Sebab, sebelumya sang kakak kandungnya Rosi, sempat menyebutkan tidak akan pernah pulang lagi ke Bangka ingin tinggal selamanya di Kalimantan bersama Rizki.

 Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Kenangan Kepergian Makci, Sempat Titip Pesan Jaga Emaknya Hingga Berikan Topi Biru Dinosaurus, https://bangka.tribunnews.com/2021/01/10/kenangan-kepergian-makci-sempat-titip-pesan-jaga-emaknya-hingga-berikan-topi-biru-dinosaurus?page=4.

 

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm