Profil Lusje Anneke Tabalujan, yang Disebut Bakal Jabat PJ Walikota Pangkalpinang.
Profil Lusje Anneke Tabalujan, yang Disebut Bakal Jabat PJ Walikota Pangkalpinang. ( Dok. BKPSDM Kemendagri )

PJ Walikota, Lusje Minta Guru Selipkan Pelajaran Akhlak untuk Antisipasi Terjadinya Kasus Perundungan

6 Desember 2023 20:51 WIB

Menurut Erwandy, langkah mutasi sekolah diambil untuk menghindari korban dan pelaku kembali bertemu di sekolah yang sama.

“Mungkin nanti antara korban dan pelaku ini akan ada traumanya kalau mereka bertemu. Jadi harus ada yang dimutasikan agar ke depan lebih nyaman, dan kedua belah pihak sepakat supaya ini jadi kebaikan semua, hanya ada satu pelaku yang dimutasikan dan tiga pelaku lainnya tetap diberikan skorsing tapi dalam rangka pembinaan,” jelasnya.

Dia juga menceritakan, kejadian yang terjadi dalam video tersebut terjadi ketika di jam sekolah telah selesai tepatnya pada Sabtu (2/12).

“Sebetulnya pihak sekolah telah melarang penggunaan handphone di sekolah, tapi ada beberapa alasan yang membuat anak ini membawa handphone. Kami minta maaf atas kegaduhan ini, bullying ini kami sudah ada di kurikulum bahwa anak-anak bersama teman-temannya itu harus saling menghormati, ini itu musibah untuk kita semua,” papar Erwandy.

Dia berharap, kejadian bullying seperti ini tidak terjadi lagi di Kota Pangkalpinang.

“Karena ini masalah anak jadi harus kita selesaikan sebaik-baiknya, kita ingin psikologis anak-anak baik pelaku maupun korban jangan sampai terganggu karena mereka masih punya masa depan,” bebernya.

Erwandy menambahkan, korban dan seluruh pelaku juga akan dilakukan pembinaan.

“Ini merupakan pembelajaran bagi kami agar ke depan tidak terjadi lagi kasus bullying seperti ini, ke depan akan semakin kami masifkan lagi pembinaan terkait ini agar tidak terjadi lagi seperti ini. Dan nanti baik itu korban dan pelaku akan kita lakukan pendampingan berupa bimbingan psikologis,” tambahnya.

Lakukan pendampingan

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pangkalpinang bakal memberikan pendampingan untuk anak-anak atau peserta didik yang terlibat kasus bullying.

Pendampingan itu dilakukan untuk korban perundungan atau bullying dan para pelaku bullying.

Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Agustu Effendi menyebut, pendampingan tersebut berupa psikolog klinis yang bakal mendampingi korban dan pelaku.

“Jadi nanti DP3AKB bakal melakukan pendampingan agar mental anak-anak kembali lagi, agar trauma itu tidak dirasakan jadi normal kembali seperti itu. Pendampingan ini tidak hanya untuk korban tapi juga pelaku kita lakukan pendampingan,” sebut Agustu kepada Bangka Pos, Senin (5/12).

Lanjut Agustu, kasus di SDN 23 Kota Pangkalpinang ini harus menjadi perhatian bersama.

“Nanti kami juga ke depan akan merapatkan barisan kemudian melakukan lagi sosialisasi pentingnya salung menghormati, saling menyayangi di sekolah. Rasa kekeluargaan itu harus dimiliki jadi kasus perundungan seperti ini tidak lagi terjadi,” pungkasnya. (

Berakhir damai

Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang Kompol Evry Susanto saat dihubungi Bangka Pos kembali, Selasa (5/12) sore mengatakan, kasus bullying yang terjadi di SDN 23 Kota Pangkalpinang telah berakhir damai secara kekeluargaan.

Hal ini diungkapkannya usai unit Perlindungan dan Perempuan Anak (PPA) Polresta Pangkalpinang, menggelar mediasi dengan sejumlah pihak yang terlibat.

“Untuk perkara ini sudah diselesaikan secara damai, baik korban dan pelaku ini masih di bawah umur dan harus dilindungi,” ujar Evry.

Lebih lanjut dalam mediasi hingga adanya kesepakatan damai, terdapat sejumlah poin yang telah disepakati dan harus dijalankan.

“Iya jadi pihak orang tu anak yang melakukan pembullyan, setuju dimutasikan ke sekolah yang baru yang akan difasilitasi Dinas Pendidikan. Lalu ada juga sanksi berupa skorsing dengan kurun waktu satu bulan dan akan mendapatkan konseling dari Dinas Sosial,” jelasnya.

Selain itu untuk korban bullying, diungkapkan Evry akan mendapatkan pendampingan psikologis.

“Semuanya akan ada treatmen, untuk masalah psikologisnya,” tuturnya.

Evry juga menegaskan perlunya ada peningkatan pengawasan yang dilakukan oleh para guru terhadap anak didiknya.

“Tidak hanya orang tua atau anak atau siapa, tapi di sini peran sekolah sangat penting. Kita minta pengawasan di sekolah dapat lebih ketat, termasuk mengawas anak yang membawa handphone ke sekolah,” tegasnya.

Sementara itu perwira melati satu ini juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak ikut menyebarluaskan video bullying ke media sosialnya.

“Tentunya jangan di share lagi, kalau sudah dishare atau diposting kami minta video itu di takedown. Kita berbicara masalah anak, kita tidak ingin hal ini berdampak untuk masa depannya,” ungkapnya.


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Antisipasi Kasus Perundungan Terjadi Lagi, PJ Walikota, Lusje Minta Guru Selipkan Pelajaran Akhlak, https://bangka.tribunnews.com/2023/12/06/antisipasi-kasus-perundungan-terjadi-lagi-pj-walikota-lusje-minta-guru-selipkan-pelajaran-akhlak?page=all.

SumberBangkapos.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm