Delegasi B20 Indonesia saat roadshow ke AS dan Kanada
Delegasi B20 Indonesia saat roadshow ke AS dan Kanada ( (Dokumentasi Kadin Indonesia))

Forum B20 Indonesia, Kadin Soroti Permasalahan Pendidikan di Era Digital

28 Mei 2022 17:23 WIB

SonoraBangka.ID - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai penyelenggara Presidensi B20 Indonesia menyoroti pembangunan peta jalan dunia pendidikan dan pekerjaan di era transisi digital.

Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 pada 2 tahun lalu, perubahan sistem pendidikan global semakin cepat. Pembelajaran jarak jauh menggunakan teknologi menjadi kian lumrah di tengah restriksi dan pembatasan pergerakan manusia sebagai dampak pandemi Covid-19.

Namun tak bisa dipungkiri, akselerasi penggunaan teknologi digital masih belum maksimal. Pemerataan pemanfaatan teknologi masih menjadi masalah global yang mengemuka antara negara maju dan berkembang.

Di antaranya terkait masalah ketidaksiapan infrastruktur, keterbatasan sarana prasarana belajar yang berbasis teknologi digital, hingga isu literasi di sektor pendidikan yang perlu diakselerasi.

Percepatan disrupsi akibat digitalisasi dan otomatisasi akan mengubah pola pendidikan serta pola kerja masa depan. Hal tersebut menjadi fokus pengembangan isu policy paper recommendation dari gugus B20 Future of Work and Education Task Force.

Ketua B20 Future of Work and Education Task Force, Hamdhani D. Salim mengatakan, teknologi yang menjadi penggerak ekonomi digital menjadi salah satu fokus yang perlu menjadi perhatian karena terkait permasalahan pendidikan.

Pendidikan adalah fondasi menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi era pekerjaan di masa akan datang. Apalagi pemerataan akses teknologi digital yang bersifat inklusif menjadi isu krusial Presidensi B20 Indonesia.

"Saat ini problemnya, ada pada ketimpangan infrastruktur digital antara negara maju dan berkembang, termasuk soal pembiayaan, kesiapan perusahaan, literasi digitalnya termasuk soal akses pengetahuan atau pendidikan,” kata Hamdhani D. Salim dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/5/2022).

Menurutnya, pandemi dan perubahan iklim mendorong digitalisasi semakin cepat bergulir sehingga mengarahkan dunia kerja untuk mampu dan siap menerapkan teknologi. Alhasil dunia pendidikan harus secara cepat beradaptasi menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni dalam menghadapi pola dan dunia kerja masa depan.

"Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah melalui penciptaan pekerjaan dan pendidikan berkelanjutan dengan membangun sistem terintegrasi yang mampu menciptakan wirausahawan, meningkatkan kapasitas UMKM dan meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Terutama bidang vokasi dan pelatihan berbasis keahlian seperti pembelajaran digital untuk era pasca pandemi," ucapnya.

SumberKOMPAS.com
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm