Ilustrasi stunting pada anak.
Ilustrasi stunting pada anak. ( Shutterstock)

Harus Tahu, Ini Optimalisasi untuk Turunkan Risiko Stunting pada Anak

4 Agustus 2023 13:43 WIB

SonoraBangka.id - Ada yang tahu, bagaimana cara optimalisasi penurunan angka stunting pada anak? Simak penjelasannya.

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius di berbagai negara terutama di negara-negara berkembang.

Stunting terjadi ketika anak mengalami pertumbuhan tubuh yang terhambat, biasanya dikaitkan dengan masalah gizi buruk dan kekurangan nutrisi.

Dampak stunting pada anak sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang dan berpengaruh negatif pada perkembangan kognitif dan pendidikan mereka.

Oleh karena itu, optimalisasi untuk mengurangi stunting pada anak harus menjadi prioritas bagi masyarakat dan pemerintah.

Melansir dari berbagai sumber, optimalisasi untuk menurunkan angka stunting bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Yuk simak!

Optimalisasi Menurunkan Stunting pada Anak 

1. 1000 Hari Pertama

Periode 1000 hari pertama, yang dimulai dari masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak, sangat penting dalam upaya mengurangi stunting.

Pada periode ini, pertumbuhan otak dan tubuh anak terjadi dengan cepat. Kekurangan nutrisi selama periode ini dapat mengakibatkan dampak jangka panjang yang tidak dapat diatasi pada masa depan.

Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan pada asupan gizi ibu hamil dan nutrisi anak selama 1000 hari pertama ini.

2. Mencukupi Gizi Anak

Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang adalah langkah awal untuk mengurangi stunting pada anak.

Sosialisasi dan kampanye edukasi harus dilakukan secara terus-menerus, baik di tingkat masyarakat maupun tingkat individu.

Keluarga dan komunitas harus diberdayakan untuk memahami manfaat nutrisi yang tepat dan pentingnya pola makan sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

3. Akses Makanan Bergizi

Akses terhadap makanan bergizi adalah faktor kunci dalam mengurangi stunting pada anak.

Masyarakat harus diberikan kemudahan untuk mendapatkan makanan bergizi dengan harga terjangkau.

Program bantuan pangan, seperti subsidi makanan bagi keluarga berpenghasilan rendah, dapat membantu meningkatkan akses terhadap makanan bergizi.

Selain itu, pelatihan tentang cara menanam dan memasak makanan bergizi juga dapat memberdayakan masyarakat untuk menghasilkan dan mengolah makanan dengan nilai gizi tinggi.

4. Posyandu

Posyandu dan tenaga kesehatan memainkan peran penting dalam deteksi dini dan intervensi stunting.

Melalui posyandu, perkembangan pertumbuhan anak dapat dipantau secara teratur, dan anak-anak dengan risiko stunting dapat segera ditangani.

Selain itu, tenaga kesehatan juga dapat memberikan konseling tentang gizi dan memberikan suplemen nutrisi jika diperlukan.

5. Pemberdayaan Perempuan

Pemberdayaan perempuan juga memiliki dampak besar pada mengurangi stunting pada anak.

Perempuan yang mendapatkan akses pendidikan yang baik dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi akan lebih mungkin untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi keluarga mereka.

Pemberdayaan perempuan juga dapat meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dan nutrisi selama masa kehamilan dan menyusui.

6. Peran Sekolah dan Pendidikan

Sekolah juga memiliki peran penting dalam mengurangi stunting pada anak. Sekolah dapat menyediakan program pendidikan gizi dan kesehatan untuk anak-anak dan orang tua.

Selain itu, kantin sekolah juga harus memastikan menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi siswa.

Program pertanian sekolah dan kebun sekolah juga dapat memperkenalkan anak-anak pada berbagai jenis makanan bergizi dan pentingnya pola makan sehat.

Jadi, itulahi adalah sejumlah penjelasan menganai optimalisasi mencegah anak mengalami stunting.

Artikel ini telah terbit di https://nakita.grid.id/read/023854858/optimalisasi-untuk-menurunkan-risiko-stunting-pada-anak-ini-yang-wajib-diketahui?page=all

Sumbernakita.grid.id
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm