Ilustrasi
Ilustrasi ( )

Ini Sejarah Perayaan Maulid Nabi di Indonesia Termasuk Bangka Belitung

27 September 2023 20:38 WIB

Perayaan ini diselenggarakan bahkan lebih ramai daripada hari raya Idul Fitri.

Dalam perayaan tersebut, warga mengarak replika perahu Pinisi yang dihias dengan beraneka ragam kain sarung dan dipamerkan di tepi sungai.

Sejumlah daerah telah terbiasa merayakan Maulid Nabi di sana. Seperti Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Setelah dipamerkan, replika perahu diarak warga keliling desa.

Sepanjang acara tersebut tetabuhan gendang atau seni musik Gandra Bulo khas masyarakat lokal terus diperdengarkan.

Maudu Lompoa melambangkan sejarah masuknya Islam di wilayah selatan pulau Sulawesi yang dibawa oleh para pedagang Arab.

Tradisi Nganggung

Ilustrasi
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil didampingi Kepala Kantor Kemenag setempat Firmantasi saat menyantap makanan dari dulang raksasa saat acara nganggung HSN di Halaman Gedung Tudung Saji Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Sabtu (22/10/2022). (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Di Bangka Belitung Maulid Nabi digelar dengan acara Ngangung bersama.

Dalam tradisi nganggung hampir semua masyarakat ikut dalam kegiatan ini. 

Sehingga, nganggung bermakna menjaga tradisi, silaturahmi, memperkuat persaudaraan, membagikan rezeki kepada yang membutuhkan dan memperingati hari besar Agama Islam.

SumberBangkapos.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm