Ilustrasi bendera China. Kebangkitan teknologi China saat ini diraih salah satunya berkat strategi peningkatan kemampuan talenta lewat pendidikan dalam agenda Made In China 2025.(iStockphoto/Fotonen)
Ilustrasi bendera China. Kebangkitan teknologi China saat ini diraih salah satunya berkat strategi peningkatan kemampuan talenta lewat pendidikan dalam agenda Made In China 2025.(iStockphoto/Fotonen) ( KOMPAS.COM)

Di Balik Dominasi Teknologi China, Sektor Pendidikan Jadi Fondasi Utama

25 Maret 2025 17:21 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Keinginan China untuk menjadi pusat produksi teknologi dunia yang tertuang dalam mimpi ambisius “Made in China 2025” tampaknya mulai terwujud. Ingat kejadian DeepSeek yang "menghantam" saham perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat (AS)?

Itu cuma salah satu cerita kekuatan China yang tengah berkembang di bidang teknologi krusial seperti Artificial Intelligence (AI). Kini, Negeri Tirai Bambu semakin menunjukkan tajinya di kancah industri teknologi dunia.

Kebangkitan industri teknologi China

Dalam pengembangan komputer kuatum, China baru-baru ini memamerkan Zuchongzhi-3, prototipe prosesor komputer kuantum yang diklaim 1.000 triliun (1 kuadriliun) kali lebih cepat dari El Capitan, superkomputer buatan AS terkencang saat ini.

Kemudian, dalam industri teknologi mobil listrik, China berkembang pesat. Berdasar data WTO, pada 2023, China berhasil jadi eksportir mobil listrik tertinggi dengan total 1,8 juta unit yang diekspor, mengalahkan Jepang dan Jerman yang sempat mendominasi di 2017.

Kisah kebangkitan teknologi China jadi lebih heroik saat mengalami tantangan dari luar. Sejak 2018, AS getol menghambat China dengan memberi sanksi kepada perusahaan teknologi China dan mengenakan tarif tinggi.

Huawei kala itu jadi target besar yang dilarang memakai berbagai teknologi AS, seperti sistem operasi, chipset, dan modem 5G. China tak gentar sedikit pun dan Huawei malah mengembangkan ekosistem sendiri.

Dalam teknologi semikonduktor, meski belum secanggih AS, China berhasil memproduksi chipset sendiri. Huawei dan perusahaan semikonduktor China SMIC bisa membuat chipset Kirin 9000s yang mendukung 5G. Selain itu, Huawei juga bikin sistem operasi sendiri.

Semangat China untuk mengurangi ketergantungan semikonduktor AS juga tampak di industri AI. Dalam melatih AI, DeepSeek ternyata memakai chip Huawei Ascend 910C, selain chip Nvidia H800 yang berspesifikasi lebih rendah dari H100 karena dibatasi AS.

Kebangkitan China juga perlahan masuk di industri chip memori alias RAM. Dalam laporan terbaru Korea Institute of Science and Technology Evaluation and Planning, perusahaan RAM asal China CXMT berhasil mendominasi pasar global.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm